Ingin Kuliah ke Turki? Kenapa?

Günaydın 🙂
Hari ini, tanggal 11 September 2015, teman-teman penerima beasiswa YTB 2015 sudah tiba di Turki. Bahkan, teman-teman yang ditempatkan di Istanbul sudah berada di jalan menuju asrama masing-masing. Tidak terasa ternyata setahun sudah aku tinggal disini. Alhamdulillah sudah terbiasa dengan makanan, cuaca, kebiasaan, dan lain-lain. Benar-benar suatu pengalaman yang berharga bisa merasakan budaya berbeda di negeri yang jauh dari ibu pertiwi ini.

Belakangan ini, banyak yang bertanya kepadaku soal bagaimana bisa mendapat beasiswa Turki, bagaimana kehidupan disana, bagaimana orang-orangnya, makanannya, gaya hidupnya, dan lain-lain. Dari mereka banyak yang bilang kalau mereka sangat tertarik dengan Turki dan memiliki keinginan kuat untuk bisa menginjakkan kaki disini.

Kalau kamu yang sedang membaca ini juga adalah seseorang yang berkeinginan mengunjungi Turki, well, kamu mengagumi negeri yang tepat. Alam Turki yang Allah ciptakan ini benar-benar indah, Selat Bosphorus di Istanbul, Uzungöl di Trabzon, Peri Bacaları di Capadoccia, atau tempat-tempat bersejarah seperti Ephesus di Izmir, Anıtkabir di Ankara, Patung Troy di Canakkale, dan lain-lainnya ini menjadi daya tarik tersendiri dari Turki.

Aku tinggal di Istanbul karena memang aku berkuliah di Istanbul University. İstanbul çok güzel bir şehir, maşaallah. Istanbul benar-benar kota yang cantik. Ada si gagah Süleymaniye Mosque, Blue Mosque, dan ratusan masjid-masjid lain. Ada si cantik Hagia Sophia yang menyimpan sejarah menarik. Ada lagi Bosphorus Bridge di atas selat Bosphorus yang menghubungkan benua Asia dan Eropa dan terlihat sangat elegan di malam hari. Dan ini hanya beberapa di antaranya. Aku yang sudah satu tahun tinggal disini sudah dibuat benar-benar jatuh cinta.

Aku jatuh cinta kepada kota yang dulunya bahkan tidak pernah mampir ke mimpiku.

Dan sekali lagi aku bilang, kalau kamu adalah pengagum Turki, kamu mengagumi negeri yang tepat.

Kalau kamu juga ingin merasakan berkuliah disini dengan beasiswa penuh, kamu harus tahu tujuan kamu dengan jelas. Apa kamu hanya ingin mengunjungi tempat-tempat indah dan bersejarah itu?. Apa kamu ingin terlihat keren dengan foto-foto bagus menghiasi wall Facebook dan galeri Instagram-mu?. Atau apa kamu memang tertarik untuk lebih banyak belajar dari negeri ini?. Atau kamu punya tujuan lain?.

Karena memenangkan beasiswa ini tidaklah mudah. Kamu harus tegar untuk menghadapi setiap halangannya. Belajar disini bukan hanya soal senang dan jalan-jalan saja. Tapi banyak juga sulitnya.

Kamu harus membiasakan diri dengan makanan Turki yang jauh berbeda dengan makanan Indonesia. Apalagi pihak YTB selalu menempatkan mahasiswanya di asrama yang pastinya menyajikan menu Turki. Alangkah repotnya kalau tiap orang meminta menu dari negaranya masing-masing. Dan kalau kamu pecinta pedas, kamu harus membawa banyak stok dari rumah karena di Turki, mereka tidak suka pedas. Dan hati-hati ketika membukanya di tempat umum karena bau sambal, terutama terasi sangat menyengat dan bisa mengganggu sekitar.

Disini tidak ada ojek, becak, atau kendaraan serupa yang bisa mengantarkan kamu dari halte ke asrama, misalnya. Kamu harus terbiasa banyak jalan. Jalan dari asrama ke halte, dari halte bis ke gedung kampus, atau naik turun eskalator di stasiun Marmaray–kereta cepat bawah laut–yang bisa sampai 4 kali, dan lain-lain. Dalam satu hari, pasti ada saatnya kamu berjalan kaki minimal beberapa menit.

Sebelum tiba disini, minimal kamu harus tahu beberapa kosakata Turki, jaga-jaga siapa tahu kakak senior sedang tidak punya waktu ketika kamu meminta tolong sehingga kamu harus jalan sendiri. Karena rata-rata orang Turki tidak mengerti bahasa Inggris. Paling tidak, kamu tahu bagaimana menanyakan harga, mengerti nominal harga yang disebut, dan bisa bertanya ‘dimana’. Dan menghapalkan “Türkçe bilmiyorum”, saya tidak tahu bahasa Turki, jaga-jaga siapa tahu diajak ibu-ibu ngobrol di bis atau tempat lain.

Orang Turki ramah-ramah. Tapi tidak sedikit juga yang tidak menyukai keberadaan orang asing (yabancı). Apalagi penduduk Istanbul yang sudah biasa dengan keberadaan turis. Mereka yang tidak suka berpikir kalau turis hanya membuat Istanbul semakin ramai.

Dan ke-tidak enak-an yang lain seperti suhu udara yang terlalu panas di musim panas dan terlalu dingin pada musim dingin, atau harga barang yang mahal kalau di-rupiahkan, jauh dari keluarga dan tiket pulang mahal, dan seterusnya .. dan seterusnya ..

Aku menuliskan ini bukan untuk membuat kamu takut dan ragu. Justru aku ingin kamu bisa lebih berani dengan memahami ‘medan’ dari sisi yang berbeda. Kamu tetap akan dibuat jatuh cinta dan betah kalau kamu mampu melewati semuanya. Semuanya akan jadi pengalaman berharga yang membuat kamu banyak belajar.

Dimana pun tempatnya, pasti ada kurang dan lebihnya. Tinggal bagaimana kita bersyukur dengan kemudahan yang ada, dan bersabar dengan kekurangan serta mencoba kuat menghadapinya.

But over all, kuatkan diri kamu dan yakin dengan potensi diri kamu sendiri. Kalau sudah jadi rejeki kamu, pasti ada saja cara Allah untuk menyampaikannya. Skenario Allah selalu indah jika kita selalu bersyukur dan percaya dengan keadilan-Nya.

Selamat berjuang!
Semangat! ✊✊
Bol şanslar!

———
For more info about Turkiye Burslari visit http://www.turkiyeburslari.gov.tr
Or http://www.studyinturkey.gov.tr to figure out which university suits you

Esma, Istanbul

Advertisements

3 thoughts on “Ingin Kuliah ke Turki? Kenapa?

  1. saya sangat tertarik ingin belajar di sana, kalau boleh mohon bantuannya untuk informasi lebih lengkap dari persiapan yang harus dipenuhi, biaya, dll

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s