Aku Melihat Istanbul

Kamis, 17 September 2015, terhitung seminggu sejak kedatangan mahasiswa baru ke Turki, PPI Istanbul bekerja sama dengan ICIST mengadakan fieldtrip atau jalan-jalan ke beberapa tempat di Istanbul. Membiasakan diri di tempat baru yang berbeda bukanlah sesuatu yang mudah. Perlu dorongan dari dalam diri sendiri dan juga dari luar agar proses pembiasaan itu berjalan lebih mudah. Karena itu, program ini diadakan untuk menjalin hubungan yang lebih dekat antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama, dan juga untuk refreshing setelah beberapa hari disibukkan mengurus berbagai hal sekaligus mengenalkan Istanbul sedikit lebih jauh agar mahasiswa baru merasa nyaman dan beruntung berada di tempat yang walaupun jauh dari rumah ini.

Kami sudah diberitahukan sebelumnya bahwa sudah harus berkumpul di gedung ICIST pada Kamis pagi pukul 9.00. Aku dan empat temanku, ditambah tiga mahasiswa baru harus berangkat lebih pagi karena jarak dari asrama ke kantor ICIST yang di bagian Eropa tidaklah dekat. Aku selalu berpikir, kalau tidak karena fasilitas asramaku yang bagus, sudah lama aku meminta YTB untuk memindahkanku ke asrama lain di bagian Eropa yang pastinya lebih dekat untuk pergi kemana pun, terutama kampus.

Pagi itu, kami berangkat pukul 7.30 dan akhirnya tiba di gedung kantor ICIST beberapa menit lewat dari pukul 9.00. Ada 23 orang yang ikut termasuk beberapa mahasiswa baru dari Malaysia dan Singapura.

Pukul 9.30, setelah berkumpul, kami berangkat dengan menggunakan bus sewaan menuju destinasi pertama, Miniatürk.

image

(Diambil oleh Asma)

Miniatürk atau Minyatür Türkiye Park adalah sebuah taman miniatur yang berisi miniatur bangunan atau tempat dari dalam dan sekitar Turki dengan skala 1:25. Taman ini pertama kali dibuka pada tanggal 3 Mei 2003. Luas taman ini adalah 60.000 meter persegi yang menjadikannya salah satu taman miniatur terbesar dunia.

Untuk saat ini sudah ada 122 model yang diselesaikan dan Wikipedia juga mengatakan kalau tempat yang masih tersisa disiapkan untuk potensi adanya model bangunan lain lagi nantinya.

Taman ini tidak hanya berisi miniatur bangunan saja, tapi juga ada taman bermain khusus anak kecil, labirin, dan papan catur raksasa. Jadi anak-anak kecil tidak akan cepat merasa bosan berada disini.

Kami diberi waktu satu jam untuk berkeliling. Pada pukul 11.00 kami sudah harus berkumpul di dekat toko souvenir.

image

Sebelum memulai tur

image

image

Foto bersama di depan pintu masuk Miniatürk

Setelah berfoto di depan pintu masuk Miniatürk, kami diajak masuk ke dalam sebuah tenda putih lumayan besar yang isinya adalah layar-layar dengan tulisan rencana pembangunan Istanbul ke depannya. Aku tidak tahu apa nama tempatnya. Tapi aku yakin kalau tempat itu adalah milik pemerintah kota Istanbul.

image

image

image

Aku dengar kalau penjelasan yang mereka berikan pada tahun kemarin berbeda dengan yang diberikan hari itu. Itu berarti, selalu ada perkembangan tiap tahunnya dari segi penataan kota, transportasi, pengelolaan sampah, dan lain-lain. Bahkan sampai sekarang pun, masih bisa dilihat betapa banyak proyek yang sedang mereka jalankan.

Kami juga diajak menonton film pendek berisi video dan gabungan foto-foto mengenai usaha pemerintah kota dalam mengubah dan memajukan Istanbul. Film pendek yang luar biasa. Hanya dalam satu dekade, mereka sudah membawa banyak sekali perubahan baik. Sepulangnya, kami diberi hasil foto dari rombongan kami yang diambil sebelumnya dan juga goodie bag yang berisi air mineral, jus, dan roti.

Berangkat dari Miniatürk, kami diajak makan siang di restoran Beltur di Yıldız Parkı. Kami tidak perlu khawatir soal biaya makan atau lainnya karena semua biaya ditanggung oleh ICIST. 😁

Setelah selesai makan siang, kami melanjutkan perjalan ke destinasi kedua, Topkapı Panorama 1453.

image

Foto bersama di depan Museum Topkapı Panorama 1453

image

image

image

Kami melaksanakan shalat Dzuhur di sebuah masjid tidak jauh dari museum dan kemudian diberi waktu satu jam untuk mengellingi museum.

Menurut Wikipedia, museum sejarah (Turkish: tarih müzesi) ini pertama kali dibuka pada 31 Januari 2009. Di dalam museum ini terdapat banyak informasi mengenai penaklukkan Konstantinopel oleh Al Fatih. Dan di lantai paling atas terdapat lukisan yang menceritakan penaklukkan yang bersejarah itu. Lukisan yang terlihat nyata dengan ditambah suara tembakan meriam yang diputar membuat kita seakan menonton peperangan itu secara langsung.

Dan akhirnya, setelah selesai melakukan perjalanan waktu di Museum Panorama, kami melanjutkan perjalanan ke destinasi terakhir. Yerebatan Sarnıcı a.k.a Basilica Cistern.

image

(Sumber: Google)

Basilica Cistern adalah yang terbesar dari beberapa ratus penampungan air kuno yang berada di bawah Istanbul (dulunya Konstantinopel). Penampungan ini dibangun pada masa kekaisaran Bizantium karena pada masa itu, walaupun terletak di daerah strategis, Konstantinopel memiliki masalah dalam penyediaan air bersih. Basilica Cistern dikatakan mampu menampung 80.000 kubik air.

Basilica Cistern yang terletak di bawah tanah ini hanya diberi penerangan lampu temaram sehingga kecil sekali kemungkinan untuk bisa mengambil foto dengan hasil yang bagus menggunakan kamera handphone.

Yang menarik dari Basilica Cistern adalah dua patung kepala Medusa yang salah satunya diletakkan terbalik dan lainnya diletakkan menyamping. Banyak artikel yang membahas soal alasan diletakkannya dengan posisi begitu. Tapi salah satu artikel terkenal menjelaskan bahwa hal itu disengaja untuk menangkal roh-roh jahat.

image

(Sumber: Google)

Selain kepala Medusa, ada juga kolam harapan yang di dalamnya ada banyak sekali koin dan ikan berukuran besar-kecil sedang berenang. Aku rasa tiap tahun pihak pengelola mungkin mengumpulkan koin-koin itu dan menyalurkannya kepada yang membutuhkan 😁. Mungkin. Aku juga tidak begitu yakin.

Dan begitulah perjalanan kami hari itu. Menyenangkan, walaupun juga sedikit melelahkan. Beberapa hari selanjutnya aku hanya bisa beristirahat di kamar karena kondisi badan yang tidak sehat. Aku yakin ini karena keadaan cuaca yang mulai berubah. Hey!, siapa sangka musim panas sudah berlalu dan musim gugur keduaku akan segera datang dalam waktu dekat!. Who’s excited?. 🙌🙌

Perjalanan hari itu memberi kami banyak informasi baru mengenai tempat-tempat di Istanbul. Ya, membuat kami merasa beruntung berada dekat sekali dengan salah satu sejarah paling penting dalam peradaban manusia. Semoga kalian yang membaca bisa berkunjung ke Istanbul juga, ya!

21 September 2015, 22:55
Esma, Istanbul

—-
Sumber:
-Miniatürk:
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Miniatürk
http://miniaturk.com.tr
-Topkapı Panorama 1453 History Museum
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Panorama_1453_History_Museum
http://panoramikmuze.com
-Basilica Cistern:
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Basilica_Cistern
https://hendroliu.wordpress.com/2014/07/22/basilica-cistern-aura-misterius-sang-penampungan-air/
-ICIST
https://m.facebook.com/icist

Esma, Istanbul

Advertisements

3 thoughts on “Aku Melihat Istanbul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s