2017 is loading..

Siapa sangka ternyata kita sudah berada dipenghujung 2016 sekarang? Tersisa 20 hari lagi sebelum semua orang di seluruh dunia meneriakkan ‘selamat tahun baru!’ dengan bahasa masing-masing pada pukul 00.00 tanggal 31 Desember dengan diiringi tiupan terompet dan kembang api yang meramaikan langit.

Bicara soal tahun baru selalu identik dengan resolusi tahun baru, bukan?. Apa itu resolusi tahun baru?

Resolusi tahun baru menurut Wikipedia adalah tradisi sekuler yang umumnya berlaku di Dunia Barat, tetapi juga bisa ditemukan di seluruh dunia. Menurut tradisi ini, seseorang akan berjanji untuk melakukan tindakan perbaikan diri yang akan dimulai pada hari tahun baru. (I literally copied and pasted the sentences but anyway, you guys can check the details here)

Menurut tradisi ini, seseorang akan berjanji untuk melakukan tindakan perbaikan diri yang akan dimulai pada hari tahun baru

Tindakan perbaikan diri ini mulai dilakukan pada hari tahun baru atau hari pertama di tahun baru karena orang-orang merasa tahun baru adalah waktu yang tepat untuk mengulang sesuatu dari awal dimulai pada hari pertama dari 365 hari yang ada.

Kelihatannya tidak sulit, bukan? Kita hanya perlu menentukan beberapa hal yang ingin kita jadikan goal di tahun yang akan datang. Tapi, hal tersulit dari membuat sebuah janji adalah mewujudkannya, to make it real. Not just a list of some stuffs hanging on our room wall that become dusty is the end of the year. 

Kita selalu membahas, membicarakan resolusi tahun baru untuk kemudian menyadari bahwa tidak semua poin dapat terealisasi karena terlupakan. Karena semangat untuk resolusi ini hanya ada di bulan terakhir tahun dan bulan pertama tahun berikutnya. We can’t deny. It’s the (sad) fact.

Ada berbagai macam poin yang kita tulis dalam daftar resolusi tahun baru setiap tahunnya. Sebagian mungkin adalah hal baru, namun sebagian lainnya kemungkinan besar merupakan harapan dari resolusi tahun sebelumnya. Resolusi tahun baru yang kita baru sadar keberadaannya–pernah kita rencanakan di akhir tahun sebelumnya–ketika kita sudah memasuki akhir tahun dan bersiap menyambut tahun berikutnya. We can’t deny. It’s the (sad) fact (2).

images
Sumber: Google

Jadi sebenarnya, untuk apa kita punya sesuatu yang kita lakukan tiap tahun tapi hanya diingat di awal dan di akhir tahun saja? I mean it supposed to be something that sticks to our mind all the time along the year, right? Karena ‘tradisi’ yang satu ini menyangkut hal yang kita ingin lakukan untuk memperbaiki kualitas diri kita.

 

Just like the applications you have on your phone, your goals, your bucket list, should be updated constantly –Yasser Rashed (International Trainer)

Banyak hal yang bisa mempengaruhi cara kita memandang sesuatu, mempengaruhi kemauan kita akan sesuatu. Orang-orang yang kita temui, karakter dari film yang kita tonton, musik yang kita dengarkan, dan lain sebagainya. Karena itu lah kita memang harus meng-update harapan dan tujuan kita.

Resolusi tahun baru adalah sesuatu yang ingin kita lakukan, sebuah janji kepada diri sendiri yang akan mulai kita lakukan di hari pertama tahun baru dan berlaku hingga sepanjang tahun.  Misalnya, salah satu harapan kamu adalah lancar berbahasa Inggris. It’s a good one. Kamu sudah mencari tahu berbagai hal mengenai cara untuk tetap stick with it sampai ia terwujudkan sebelum akhir tahun. Kamu tetap fokus dengan goal  kamu dan mendapatkan kemajuan hari demi hari karena kerja kerasmu.

Tapi di pertengahan tahun, kamu menemukan sebuah Youtube channel dari seseorang yang melanjutkan studi di Jepang. Kamu tonton beberapa videonya dan kemudian mulai tertarik dengan Jepang, bahasanya, budayanya, dsb.. Sampai akhirnya kamu tertarik untuk mengejar beasiswa ke Jepang. Dan, kamu mulai belajar bahasa Jepang, mempersiapkan diri untuk mengikuti tes seleksi beasiswanya. See? Goal-mu dengan mudahnya dapat berubah. Pada akhir tahun, kamu kemudian menyadari bahwa resolusi tahun barumu tidak terwujudkan.

Poin penting yang coba aku sampaikan adalah:

Pertama, jika kamu ingin memiliki resolusi tahun baru, kamu bisa memilih hal-hal yang berkaitan ke bagaimana merubah pribadi kamu menjadi lebih baik lagi. Misalnya, tidak bersikap kekanakan, berhenti membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan, menjadi orang yang lebih rapi dan bersih, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menjadi lebih disiplin, dan lain sebagainya.

Pilihlah hal-hal yang kamu yakin bisa kamu lakukan dan selalu kamu ingat. Dan cobalah berbagai acara untuk membuatnya tetap berada di kepalamu. Sehingga di akhir tahun, resolusi tahun baru-mu benar-benar memiliki hasil. Ada artikel yang bagus mengenai hal ini (English) yang bisa kamu lihat di sini.

Kedua, sebenarnya, jika kita ingin memulai sesuatu hal yang baik, kita tidak perlu menunggu awal tahun baru untuk memulainya. Kita tahu bahwa menunda melakukan sesuatu adalah hal yang tidak baik, bukan? Menundanya hingga ke hari berikutnya sekalipun. Karena jika kita berencana untuk melakukannya besok, nanti malam, minggu depan atau nanti-nanti lainnya, itu berarti kita membiarkan diri kita bermalas-malasan di masa sekarang. ‘Sekarang’ adalah waktu yang paling tepat untuk memulai sesuatu, untuk memulai kebiasan baru. (Time of Your Life, Rando Kim)

Ketiga, inti dari resolusi tahun baru adalah membawa perubahan baik kedalam diri kita, bukan? jadi kita bisa menulis daftar harapan dan tujuan (goal) kita tidak hanya untuk resolusi tahun baru. Kita bisa menulisnya di rencana hidup kita selanjutnya dalam jangka pendek dan panjang, seperti must to do,  life maping, atau goals of the rest of my life (I made this term).

20120820-225540
(Sumber: Google)

Dalam sebuah website bernama Not Enough Cinnamon, seseorang bernama Marie dalam artikelnya yang berjudul Why New Year’s Resolution Do Not Work – And What You Should Do Instead menulis:

Millions of people decide to change their lives for the better, often by losing weight or eating healthier. It’s a first step towards a healthier lifestyle, and it’s great. But New Year’s resolutions are not the best way to succeed. In fact, I would even say they are the best way to fail. Why? Because 90% of these resolutions are not realistic, overwhelming and at the end, just plain discouraging”

Terjemah: jutaan manusia memutuskan untuk merubah hidup mereka menjadi lebih baik, seringkali dengan menurunkan berat badan atau mengkonsumsi makanan yang lebih sehat. Ini adalah langkah pertama menuju pola hidup yang lebih sehat, dan itu bagus. Tapi resolusi tahun baru bukanlah cara terbaik untuk berhasil. Kenyataannya, menurutku (writer) hal ini adalah cara terbaik untuk gagal. Kenapa? Karena 90% dari resolusi-resolusi ini tidak realistis, berlebihan, dan pada akhirnya hanyalah mengecilkan/merendahkan diri sendiri.

(You guys can read the full article just by clicking the link above, it’s really a nice article)

Marie memiliki pendapat yang sama denganku, bahwa kita tidak butuh resolusi tahun baru untuk mendapatkan hasil dalam perbaikan/pengembangan diri kita. Daripada menulis daftar panjang berisi resolusi tahun baru yang harus kamu wujudkan selama satu tahun yang akan datang, menulis goals seminggu sekali, misalnya, adalah lebih baik.

“Break down your big goals into small goals. The rule is: baby step.”

Mulailah dari hal yang kecil, dan seperti yang sebelumnya aku katakan, update tujuan dan harapan itu secara berkala. Sehingga, di akhir tahun ketika kita melihat ke belakang, memikirkan tentang apa saja yang sudah terjadi dan perubahan baik apa yang telah kita hasilkan kepada diri kita selama setahun yang sudah berlalu, diri kita akan merasa puas. Terlebih ketika kita melihat daftar-daftar yang dicentang penuh, mission accomplished.

Akhir kata, keputusan tetap berada di tanganmu. Dengan cara atau metode apa yang ingin kamu gunakan untuk membuat daftar harapan dan tujuan hidup kamu. Yang terpenting adalah bagaimana kamu, kita, meyakinkan diri dan terus meng-upgrade semangat sehingga yang kita inginkan dapat terwujudkan; menjadi manusia yang lebih baik.

Selamat menikmati hari-hari terakhir 2016! Semangat berubah!

Asma Hanifah Ahmad
09.45 AM (GMT+3)

Advertisements

5 thoughts on “2017 is loading..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s