Bernapas di Istanbul

Besok adalah ujian hari terakhir dan jadinya malam ini udah males belajar. Bosen pacaran sama buku (padahal belajar banget juga ngga). Jadi mutusin buat buka blog dan pengen posting sesuatu.

Tapi kemudian bingung. Pengen posting tapi ngga tahu mau posting apa. Jadilah akhirnya kepikiran untuk bagi-bagi cerita, curcol soal kehidupan disini dengan bahasa yang santai aja. Biar kerasanya kaya ngobrol sama temen deket sendiri, lah.

So, bicara soal hidup di Istanbul, hal pertama yang mungkin terbesit di pikiran kalian sekarang–berkaitan dengan berita-berita yang disebar luaskan media di seluruh dunia–adalah, “disana (ngerasa) aman ngga?”. Ngga sedikit yang udah tanya soal hal ini via Facebook, DM Instagram, email, atau AskFm. Mereka semua wondering soal apakah kami semua disini hidupnya, ngapai-ngapainnya ngerasa aman atau ngga. Aku pun sampai bosen bilang kalau sebenernya, sadar atau ngga, ngga ada tempat di dunia ini yang benar-benar aman. Di rumah sendiri sekalipun.

Istanbul, dan kota-kota lain di Turki memang belakangan jadi sorotan dunia karena sudah berkali-kali diserang ledakan bom bunuh diri. Malam tahun baru kemarin ada kejadian, hari ini pun, sore tadi banget, di Izmir baru kejadian. Tapi gini, memangnya kematian cuma disebabkan sama bom doang? Kematian adanya di Turki doang?

Pernah nonton film yang namanya Final Destination, ngga? Memang itu film cuma fiksi, sih. Tapi ngerti, kan, kalau kematian itu juga kaya rejeki? Datengnya seringkali dari jalan yang ngga diduga-duga. Orang yang tidur di atas ranjang sendiri, ngga ditikam, ngga diapa pun paginya bisa ngga bangun lagi, kok.

“Tapi kan di Turki udah jelas banyak bom segala macemnya”

Emangnya kalau udah kejadian di Turki, ngga akan kejadian juga di tempat lain, kah?
Takut tuh pasti ada. Manusiawi. Aku pribadi pun kalau lagi keluar mau kemana gitu seringkali mikir, gimana kalau nanti ketika aku sampe disitu tiba-tiba ada yang nembak? gimana kalau ternyata ada yang diem-diem bawa peledak ke dalem sini?. Takut, cuy. Tapi emangnya harus diem aja di asrama/rumah? Ngga kuliah, ngga maen, ngga apa? Kan sayang waktunya.

Makanya setelah shalat kan kita dianjurkan untuk berdoa minta meninggal dalam keadaan khusnul khatimah, meninggal dalam keadaan yang baik, dalam keadaan sedang dalam cinta yang sedalam-dalamnya kepada Allah, dalam keadaan sedang taqwa dengan sebaik-baiknya, biar kelak di akhirat jadi salah satu dari hamba-hamba yang beruntung. Karena itu juga, dimanapun tinggalnya kita, ketika memutuskan untuk keluar rumah, kita baca doa–minimal basmalah–dan sepanjang jalan terus ngingetin diri buat dzikir dan istighfar. (Kan, jadi panjang)

Kami yang disini bisa dibilang udah biasa, sih, dengan berita-berita itu. Weekend tetep main sama temen, ada acara PPI atau lainnya diusahain buat hadir, pas ada kelas tetap dateng walau sejauh apapun jaraknya.

Hayat devam ediyor. Mau gimanapun hidup tetap berjalan lah. Tempat-tempat tetep rame, jalanan tetep macet, kendaraan umum tetep penuh, orang-orang tetep keluar rumah. Aku pun sebagai seseorang yang bakal ninggalin Istanbul sekitar 2.5 tahun lagi (aamiin, insyaAllah) mana mau lama-lama di asrama aja, ngga kemana-mana ketika badan sehat dan waktu lagi kosong.

kalabalik
Sumber: Google

Istanbul itu punya semuanya. Mulai dari tempat-tempat makan enak dan kece, tempat belanja, taman-taman tempat relaksasi, tempat-tempat dan bangunan-bangunan megah saksi sejarah, masjid-masjid cantik, laut, pantai, sampai ke dunia cokelat, theme park dan Jurassic Land aja ada. Sampe sekarang pun, setelah udah kenal Istanbul selama sekitar 2 tahun 3 bulan, ada aja beberapa tempat yang aku belum kunjungi sama sekali. Misalnya, Büyük Valide Han di Eminönü yang aku ngga tahu cara kesananya gimana -_-.

575aaef218c7735910d400a1
Büyük Valide Han. Sumber: hurriyet

Tempat-tempat yang udah dikunjungin pun ngga ngebosenin. Makanya jalan-jalan di Istanbul tu ngga ada habisnya. Kalau kamu mau keliling seluruh Istanbul, seminggu aja ngga cukup. Kecuali nantinya bakal balik lagi kesini. Nih, aku kasih tahu beberapa tempat yang kudu, harus, mesti, wajib kamu kunjungi kalau lagi jalan atau mungkin sekedar mampir kemari. (Ntar kalo masih kurang bakal dilanjutin kapan-kapan)

  • Sultanahmet-Hagia Sophia (Aya Sofya)
sultanahmet_1
(Sumber: grandyavuzhotel.com via Google)
aya_sofya_resimleri
Sumber: istanbuldagez.com via Google

Udahlah, semua juga tahu soal dua ini, kan? Yoi. Kalau kamu ke Istanbul tanpa berkunjung ke dua tempat ini, kamu kaya makan tapi ngga makan. Ngerti ngga? Ke Istanbul, tapi seolah ngga. Karena ngga berkunjung, tadabbur, dan foto-foto di sini.

Tentang Sultanahmet (Blue Mosque) dan Aya Sofya singkatnya sudah pernah aku tulis di postingan The Amazing Two.

  • Gülhane Park
gulhane-park
Sumber: traveldk.com via Google

Letak Gulhane Park ini deket banget sama Sultanahmet. Bisa jalan sekitar 10-15 menit. Waktu paling bagus buat berkunjung ke taman ini adalah di musim semi terutama di bulan April, karena di tamannya ada bunga tulip bermacam rupa di setiap sudutnya.

gulhane-parki-2
Festival Tulip. Sumber: gezipgordum.com via Google
  • Eminönü
maxresdefault
Sumber: Google

Di Eminonu, kita bisa lihat pemandangan Golden Horn dan lihat Bosphorus dari kejauhan sambil makan balık ekmek atau fish sandwich dan minum ayran, shalat di Yeni Camii, pergi belanja ke Spice Bazaar, dan dari Eminonu, kita bisa naik feri untuk nyebrang ke Istanbul Asia atau ikut Bosphorus Tour. Lengkapnya juga nanti insyaAllah bakal dijelasin di postingan yang akan datang!

Dan ada banyak tempat-tempat lain yang lebih cantik dan bikin baper walaupun kamu lagi sendiri, eheh :-P. Yaa, walaupun kotanya rame banget, transportasi umumnya selalu penuh dan sering sampe himpit-himpitan, semua mahal (dibandingin langsung sama Indonesia), beberapa tempat baunya semriwing, dari satu tempat ke tempat lain kadang jauhnya masyaAllah dan butuh berkali-kali transit, orang-orangnya suka rese, cantiknya Istanbul ngga kurang-kurang.

Ya, walaupun Istanbul juga ngga sempurna banget, sih. Sudut-sudut kotornya ngga sedikit dan puntung rokok ada dimana-mana. Tapi, guys, Istanbul itu worth pantat tepos dan punggung pegel kamu selama di pesawat. Kalau kamu ngapus Istanbul dari bucket list kamu karena berita-berita yang ada sekarang, your life is a waste, ciah. Kalau ditunda sih ngga apa-apa. Sekalian aja pas pulang atau berangkat umrah, mampir juga kemari.

Yuk, main ke Istanbul!
Ada banyak pengalaman dan kecantikan yang siap memanjakan mata dan hati kamu disini!. Yuk! siapa tahu ketemu jodoh 😛

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s