Udah, ngomong aja!

Siapa yang ngga mau punya kemampuan bicara banyak bahasa? Pergi ke negara mana aja gampang, bisa baca buku dan nonton film lebih banyak, dan lain-lain. Tapi terlepas dari itu, belajar bahasa asing itu adalah kebutuhan kita. Karena, gimana orang lain mau mendengar ide dan suara kita kalau mereka sendiri ngga mengerti? Ngga paham apa yang kita maksud?. Aku pernah dengar seseorang bilang begini,

“Jika kamu bicara dengan bahasa kedua seseorang, maka kamu sedang bicara dengan otaknya, dan jika kamu bicara dengan bahasa ibu seseorang, maka kamu sedang bicara dengan hatinya”

Kira-kira gitu. Aku lupa ini kutipan dari siapa. Tapi intinya adalah, supaya ide dan gagasan kita bisa lebih ‘nyampe’ dan ‘ngena’ ke orang lain, akan lebih baik kalau kita komunikasi dengan bahasa orang tersebut.

Aku punya banyak teman disini yang sejak lulus SMA sudah bisa bicara lancar dalam 3-4 bahasa asing. Bahkan aku kenal satu orang yang sudah menguasai 9 bahasa. MasyaAllah ya. 

Ada satu orang temanku dari Tunisia, dia bilang dia sudah menguasai bahasa Inggris, Perancis, dan Turki di luar bahasa Arab. Dia bilang, mereka memang sudah belajar bahasa-bahasa itu di SMA dan memang banyak prakteknya. Maksudnya, bahasa-bahasa tersebut memang sering mereka gunakan di sekolah atau di kehidupan sehari-hari.
Kunci utama dari belajar bahasa itu memang di praktek. Percuma aja kita tahu dan hapal aturan gramatikalnya kalau kita ngga pernah praktek. Percuma kita hapal banyak kosakatanya kalau kita ngga pernah gunakan. Seiring waktu, semuanya bisa hilang. Dan bukannya belajar bahasa itu tujuan utamanya untuk komunikasi?. Mempraktekkannya juga harus terus menerus supaya ngga lupa.

Selama di pesantren dulu, pelajaranku kebanyakan pakai bahasa Arab, bahasannya juga terkait gramatikal bahasa Arab. Aku belajar Nahwu, Shorf, Insya’, dan Fiqh pakai bahasa Arab. Karena para guru rata-rata lulusan universitas di Timur Tengah, di kelas mereka sering pakai bahasa Arab ketika menjelaskan. Diluar kelas pun, sebagai anak asrama, wajib kudu harus musti komunikasi dengan yang lain pakai bahasa Arab. 

Tapi, ketika di Turki, saking terlalu fokusnya sama bahasa Turki dan ngga pernah sama sekali praktek, aku udah ngga bisa lagi ngomong bahasa Arab. Ketika dengar orang ngomong kadang bisa paham, tapi ketika gilirannya harus respon, yang ada dikepala tuh bahasa Turki malahan. Sekarang, aku baru bisa bahasa Inggris sama Turki yang lagi berusaha dikembangin dan di-lebih baik lagi-in, dan lagi belajar bahasa Perancis otodidak (ada aplikasi yang bagus banget, nanti aku cerita).

Well, ketika memutuskan buat melakukan sesuatu kan orang pasti punya alasan. Sama kaya belajar bahasa, harus ada alasannya, harus ada jawaban dari kenapa-nya. Misal, kita semua belajar bahasa Inggris karena memang bahasa inilah yang masih jadi bahasa internasional sekarang, dimana-mana bahasa Inggris.
Belajar bahasa Arab supaya apa? supaya ketika baca Al-Qur’an bisa langsung paham apa yang dibaca dan bacaannya bisa langsung meresap ke hati. Atau aku, belajar bahasa Turki karena kuliahnya berbahasa pengantar bahasa Turki dan memang tinggal di Turki, belajar Perancis karena selain bahasa Inggris, bahasa ini juga banyak yang pakai.

Kalau ditanya soal tips, soal ngelancarin bahasa, ngga ada tips lain selain banyakin baca, tulis, dengar, dan ngomong.

  • Baca buku, berita, artikel, atau komik yang pakai bahasa tersebut. Bisa dimulai dengan bacaan-bacaan ringan kaya dongeng. Ngga apa-apa bacanya dengan bantuan kamus atau Google Translate, dengan gini, kosakata bahasa kita bisa bertambah. Kalau kamu punya aplikasi Line Webtoon, atur bahasa komiknya jadi bahasa yang kamu lagi pelajari, atau cari versi terjemahan dari komik yang kamu baca.
  • Dengar. Kamu juga bisa belajar dari lirik lagu yang kamu suka dengar. Bisa dengan cara kamu tulis bagian-bagian yang kamu bisa pahami, dan kalau ngerasa sudah cukup, langsung cari lirik aslinya di internet dan koreksi apa yang kamu tulis sudah benar. Setelah itu, cari arti liriknya. Dengan begini, selain belajar kosakata baru, kita juga bisa tahu lagu-lagu mana yang sebenarnya memang bagus dan ngga. If you know what I mean.
    Nonton film juga bisa membantu banget. Nonton film pakai subtitle bahasa yang kamu lagi pelajari. Ketika nonton film yang pakai subtitle bahasa Indonesia juga jangan terlalu fokus sama subtitle-nya, perhatiin juga apa yang karakternya bilang, disesuaikan sama apa yang tertulis di layar. Kalau kamu pikir penting dan harus dicatat, catat aja, biar nanti ngga lupa. Dengan ini, kamu juga ningkatin kemampuan reading dan listening kamu.
  • Tulis. Yang paling pas untuk hal ini adalah nulis diary. Pakai kamus juga ngga apa-apa. Nantinya kalau kata-kata yang sering kamu pakai itu ‘lengket’ di kepala, penggunaan kamus kamu akan berkurang. Selain dengan nulis diary, bisa juga dengan cara chatting sama teman
  • Ngomong. Praktekkan apa yang kamu udah pernah baca, dengar, dan tulis. Kalau ngga ada lawan bicara, ngomong aja sama diri sendiri di depan kaca. Macam main drama gitu, pura-pura lagi ada di kondisi tertentu. Ngomong aja!. Ngga usah peduli soal grammar, atau cara pengucapan. Seiring waktu, dengan rutinnya praktek yang dilakukan, kemampuan akan meningkat dan sadar ngga sadar pun aturan bahasanya udah ngikut sendiri. (Jangan lupa juga baca-baca langsung soal aturan bahasanya biar tahu).

Pokonya kuncinya adalah: mau dan praktek.

Untuk kamu yang baru mau mulai belajar, ada beberapa cara yang bisa membantu kamu:

  • Video-video di Youtube. Ada BANYAK banget video yang ngajarin bahasa tertentu. Inggris, Perancis, Arab, Jerman, Rusia, Cina, Jepang, dan banyak lagi yang lain. Kamu tinggal pilih channel mana yang menurutmu cara mengajarnya paling bagus.
  • Aplikasi handphone. Ada banyak juga aplikasi belajar bahasa yang bisa kamu install gratis!. Diantaranya adalah:
    Memrise. Memrise ini aplikasi yang bagus banget menurutku sih. Karena ada fiture Difficult Word dimana kita akan disuruh mengulang beberapa kata yang dirasa sulit ‘nyangkut’. Ada juga Listening Skills, dan Meet the Natives dimana kita akan mendengar langsung cara pengucapan oleh native dan beberapa fitur lain yang membantu banget dalam belajar bahasa baru. Tapi untuk fitur-fitur yang kusebut diatas, kalau kamu mau pakai fitur itu semaumu, kamu harus beli paket Pro-nya dulu. Tapi worth it kok! (Aku sendiri belum beli sih karena belum punya kartu kredit 😦 )
  • Kursus langsung. Belajar dengan dibimbing guru yang sudah profesional, belajar bahasanya pasti akan lebih efektif. Walaupun memang harus keluar uang sih. Tapi kan ga akan rugi kalau keluar uangnya untuk belajar? Kalau di Istanbul ada banyak banget kursus bahasa gratis. Cuma sayangnya, gurunya ngejelasin pakai bahasa Turki, jadi kurang efektif. 
  • Baca buku belajar bahasa. Kalau kamu bisa belajar gampang hanya dengan tulisan, beli aja buku-buku di toko buku macam Gramedi*. Keluar uang, tapi lagi, ga akan rugi!. Kalau ga mau ngeluarin uang, kamu bisa baca-baca dari artikel di internet. 

Segini aja ya hehe. Kalau kamu punya tips tambahan, silahkan ditulis di kolom komentar dibawab. Atau mungkin kamu punya cerita menarik soal belajar bahasa? Boleh, di-share aja.

Semoga makin semangat belajar bahasanya, ya!. Dan semoga suatu hari dinasibkan berkunjung ke negara asalnya dan praktek langsung disana. Aamiin.

Anyway, kalau nanti kamu pakai Memrise, bisa add username-ku; ashanifahmad. Selamat mencoba!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s