Trapezus(!)

Postingan ini didedikasikan buat Bu Sofi dan teman-teman dari PPI Trabzon yang kemarin bersedia kita repot-repotin.

I got used to celebrate eids without ma famille. It’s really not a big deal to celebrate these special days without going to the nearby mosque to pray together with mom, dad, and grandma then kissing the back of their hands saying “mohon maaf lahir batin mi, bi, THR?” jokingly, hearing loud noises of my cousins and little sister running around the house, helping mom preparing the meals and filling my stomach with it all day. Udah biasa sama suasana lebaran disini yang biasa aja tanpa ramenya takbiran keliling rame-rame.

Tapi alhamdulillah, lebaran Idul Adha kemarin kedapetan rejeki nemenin Bu Sofi, salah satu ibu-ibu Indonesia disini, yang pengen main ke salah satu kota di timur laut Turki, Trapezus or as known today as Trabzon, sekitar seribu kilometer dari Istanbul.

Awalnya saya kira cuma mau jalan-jalan aja berdua, tapi trus Ibu nanyain soal anak-anak mahasiswa yang akan lebaran disana, pengen masakin ketupat katanya. Setelah menghubungi salah satu kakak senior yang kemarin udah selesai kuliah di salah satu kampus di Trabzon, dikenalinlah sama salah satu mahasiswa yang masih disana.

Singkatnya, setelah book tiket pesawat dan hotel, tanggal 21 Agustus jam 12 siang, kami terbang dari Istanbul dengan bawa hampir dua koper isi makanan termasuk ketupat sayur, rendang, dan kaleng Khong Gu*n.

Sekitar jam 2 siang, pesawat kami tiba di bandara Trabzon.


Day 1

Di bandara sudah ada tiga mahasiswa Indonesia yang siap jemput saya dan Ibu. Ngga butuh waktu lama sampai kami ketemu mereka dan Ibu pun langsung bilang mau ketemu anak-anak, mau langsung piknik biar semuanya segera makan lontong sayur siang itu juga. Ibu memang dari malam sebelumnya kelihatan excited banget ketika masak makanannya, bilang ga sabar mau lebaran bareng anak-anak yang Ibu sendiri sebelumnya belum pernah ketemu dan kenal. MashaAllah :’).

Sekitar 30 menit setelah touchdown dan ketemu teman-teman, kita langsung diantar ke taman dekat sebuah mall. Ngga lama setelah itu, satu persatu mulai berdatangan. Saya dan Ibu lumayan kaget ketika tahu ternyata yang datang hampir dua kali lipat dari yang kita perkirakan sebelumnya. Which is a very good thing.

Here’s some of the happy faces that afternoon.

DSC05135
Please pardon our messy table :’)

DSC05128
DSC05142
DSC05152
IMG-20180821-WA0082

Sorry for that 
kresek and kaleng Khong Gu*n but it was undoubtedly a nice day with happy tummies. Kita duduk-duduk dan ngobrol-ngobrol disitu sampai sore. Piknik diakhiri dengan wejangan dari Ibu soal menjadi generasi terbaik bangsa yang didengarkan dengan serius oleh semuanya.

DSC05166


Day 2

Melihat banyak yang datang di hari pertama, Ibu akhirnya kepikiran buat ajakin semuanya jalan-jalan bareng, dibanding cuma kami berdua aja. Jadi setelah piknik, kami minta tolong teman-teman Trabzon buat sewa mobil plus sopir yang bisa bawa keliling di hari berikutnya.

Hari ini, 22 Agustus. Alhamdulillah, teman-teman berhasil ketemu satu minibus yang kita sewa khusus untuk bawa anak-anak Indonesia keliling ke beberapa spot menarik yang harus dikunjungi ketika lagi main ke Trabzon.

Kemarinnya, saya pribadi merasa senang dan bahagia ketemu dan berkenalan dengan teman-teman baru dari Trabzon yang suuuper nice dan juga melihat Ibu dengan cepatnya bonding dengan mereka. Di hari berikutnya, hari kedua ini, saya bahagia karena melihat bukit dan gunung batu dengan rumah-rumah di atasnya. And since I’m not very good in describing things with words, let me just show you some decent pics I took from our trip that day.

DSC05296
Kami berangkat dari penginapan pada sekitar pukul 10 pagi. Yang ikut trip hari itu cuma 10 orang termasuk saya dan Ibu karena sebagian teman-teman harus masuk kerja. Alhamdulillah , hari itu kita dapat rejeki sopir yang baik dan nyantai banget, yang ngga nolak ketika kita request untuk berhenti di suatu tempat.

Cuaca pagi itu agak gerimis dan dingin. Saya baru tahu kalau cuaca di Trabzon mirip dengan cuaca di Istanbul yang ngga bisa diprediksi, labil kaya cewe (LOL). 

DSC05352Tapi setelah meninggalkan daerah permukiman, saya yang dari awal mengutuk mendung, hujan, dan kebodohan saya sendiri yang ngga jadi bawa jaket denim langsung bersyukur dan menarik semua pikiran itu. Hujan justru membuat pepohonan dan pegunungan hijau jadi lebih indah dengan sentuhan embun di atasnya.

DSC05379
Selama 2-3 jam, kami disuguhkan dengan pemandangan hijau seperti ini.

DSC05408
The small white thing is a mosque surrounded by small houses (which would be bigger once we get closer). I wonder how it feels like to live in those houses where you see such breathtaking view soon after you open your window. MashaAllah.

DSC05419

DSC05395

After approximately 90 kilometers journey from the city center, at 1 pm, we arrived at the location which is called Uzungöl atau “danau panjang” dalam terjemahan langsung Bahasa Indonesia. But, I myself call it “PARADISE”.

DSC05815
DSC05527
Setibanya disana, kami ngga bisa langsung keliling karena gerimis turun lagi. Jadi sambil menunggu, kami pun berteduh dan makan siang di salah satu restoran di sekitar danau.

Selain restoran, Uzungöl dikelilingi toko oleh-oleh, penginapan, dan arena bermain (?), I honestly don’t know the right word for it. Hari itu lumayan ramai karena memang masih dalam suasana lebaran. Dan seperti yang salah satu teman bilang, disana ada banyak banget turis Arab. Sebenarnya ngga heran, sih, kalau tinggal di daerah panas dan dikelilingi padang pasir, saya juga akan nyari destinasi liburan yang hijau seperti ini.

***

Shortly, setelah kenyang dan melihat hujan sudah mulai berhenti, kami mulai berkeliling. Udaranya ngga betul-betul dingin sebenarnya, tapi lama-lama bisa bikin masuk angin juga. Dan alhamdulillah lagi, salah satu teman yang hadir hari itu kepikiran buat bawain saya dan Ibu jaket.

Seperti yang saya bilang, embun membuat kesan menentramkan pada pegunungan yang mengelilingi danau. Lagi, izinkan saya yang jago berkata-kata ini langsung menunjukkan dengan beberapa foto yang saya ambil hari itu.

DSC05436
DSC05715
(Beberapa lama setelah hujan berhenti)
DSC05713
DSC05705

Ketika lagi keliling, Ibu mellihat banyak perempuan yang pakai hiasan kepala khas. Jadi ketika mampir ke salah satu toko, Ibu belikan satu-satu untuk kami berempat.

DSC05544
Saya sendiri awalnya menolak karena saya pikir akan kelihatan ngga bagus kalau dipakai di atas kepala. Tapi karena Ibu bersikeras, akhirnya saya pakai juga. Dan, eh, bagus juga ternyata XP.

DSC05557
(Karadeniz kızları :P)
DSC05698
DSC05806
DSC05659
(Ketika izin foto berlagak macam turis, bilang “may I take your picture?“. Lul)

Ada banyak lagi foto-foto lain sebenarnya. Ada sampai 500 lebih foto dari sepanjang hari itu aja karena setiap sudutnya memang cantik dan upload-able :P.

Setelah berkeliling sejak jam 2 siang, jam 4 sore kami dijemput lagi oleh pak supir dan dibawa ke spot lain di dekat situ. Sebenarnya bisa dijangkau dengan jalan kaki, tapi kasihan Bu Sofi kalau harus jalan kaki menanjak ke atas.

DSC05818
Nama tempatnya adalah Şelale atau “air terjun”. Tapi, yang disebut “air terjun” sebenarnya adalah semacam bendungan. Tapi view-nya tetap bagus dari sana.

DSC05820
Dan setelahnya, trip diakhiri dengan mampir sebentar ke spot foto-foto yang letaknya di dataran lebih tinggi.

DSC06110
DSC06004
Spot ini perfect banget untuk ambil foto suasana Uzungöl dari atas. I bet winter snow would turn this place to Narnia.
DSC05994
Semuanya saya foto sendiri, jadi harap maklum kalau kualitas fotonya ala kadar. Kalian bisa browse sendiri foto-foto Uzungol ini di internet atau dengan hashtag di Instagram. Memang betul-betul a go-to place yang dituju oleh turis lokal dan mancanegara. Pada musim dingin, setiap sudut akan ditutupi putih salju yang bikin tempat ini terlihat kaya somewhere di Swiss. Teman dekat saya bilang tempat ini mirip banget sama Desa Hallstatt di Austria.

Hari kedua ini adalah hari yang berkesan banget untuk saya dan Ibu. Sepulang dari trip, Ibu terus mengulang kalau ngga salah pilih banget jalan-jalan ke Trabzon. Besides ketemu dengan teman-teman mahasiswa yang humble, ramah, dan thoughtful, tempat-tempatnya betul-betul indah memanjakan mata, terutama saya yang tinggal di dorm di tengah kota. Alhamdulillah.

Sayangnya, ‘liburan’ kami disini ngga lama. Besok sorenya, kami sudah harus kembali ke hiruk pikuk Istanbul.


Day 3 – End

Flight kami terjadwal sore hari pukul 4 sore. Jadi masih ada waktu beberapa jam untuk keliling sebentar. Alhamdulillah, kami sempat diajak ke Hagia Sophia Museum yang mirip-mirip dengan Hagia Sophia di Istanbul, cuma dengan ukuran yang jauh lebih kecil. Jadi ternyata, ada empat Hagia Sophia di seluruh Turki, dua di Istanbul, satu di Iznik dan satu lagi di Trabzon.

DSC06180DSC06182Sejarah museum ini pun sama dengan grand sister-nya di Istanbul. Merupakan peninggalan Byzantium yang dibangun pada abad ke-13, Hagia Sophia ini kemudian diubah menjadi masjid setelah penaklukkan Konstantinopel oleh Al Fatih pada tahun 1461 dengan lukisan-lukisan di dinding dan langit-langitnya ditutupi cat. Antara tahun 1950-60an, digunakan sebagai rumah sakit dan gudang penyimpanan ketika Rusia menguasai wilayah ini dan sejak 2013, museum ini dibuka kembali sebagai masjid dan sampai sekarang boleh dikunjungi gratis tanpa biaya apapun.

Dari halaman Hagia Sophia, kita bisa melihat hamparan Laut Hitam.
DSC06203

And that was how our trip ended. Karena waktu yang terbatas, kami ngga sempat berkunjung ke tempat lain lagi.

But before I end this post, let me give credits to those who played a huge role on making this short trip memorable.

Kak Fauzan  dan Fauzi yang sudah bantu saya dan Bu Sofi bahkan dari sebelum kita tiba disana. Yang jemput ketika kita sampai, cek hotel, cari kendaraan, meramaikan kumpul-kumpul kita dengan mengundang teman-teman lain, dan foto-fotoin. Dua orang yang Ibu pasti bahas setiap pulang dari jalan-jalan selama kami masih disana dan yang nemenin kami selama tiga hari full sampai nganter ke bandara di hari terakhir.

DSC05628

Kak Tiwi dan Kak Fitri. Baru banget ketemu dan tahu satu sama lain tapi seolah udah sejak lama. Yang masakin Ibu nasi goreng ketika Ibu lagi pengen-pengennya makan itu, yang nemenin saya di perjalanan yang kebanyakan anak cowok, yang nemenin saya dan Ibu nge-mall padahal malamnya harus menempuh perjalanan jauh ke kota lain.

Dan tentu aja…DSC05163
..semuanya…

IMG-20180822-WA0190
IMG-20180823-WA0056
IMG-20180823-WA0059
DSC06277…yang datang meramaikan piknik di hari lebaran kemarin dan jalan-jalan kita selama disana, serta jagain Ibu dengan pengamanan tingkat tinggi (LOL); Anas, Ambar, Agus, Lutfi, Sulaiman dan lain-lain yang mohon maaf banget saya lupa namanya :(. Thank you for being so nice and welcoming us with such warm heart-felt welcome, and for making this short escape unforgettable.

And of course, DSC05564
Terima kasih banyak untuk Ibu “Mami” Sofi yang sudah ngajakin Asma’ ke perjalanan yang menyenangkan ini. Terima kasih udah jadi orang tua kita semua disini, yang mengajarkan kita soal berbagi dan berusaha untuk menjadi generasi Indonesia yang lebih baik. Mohon doa teman-teman sekalian untuk kesehatan, panjang umur, dan kelancaran rezeki yang berkah untuk keluarga Ibu, ya. (Percaya atau ngga, usia Bu Sofi udah 60 tahun. Ngga kelihatan banget ya?)

Ada banyak banget yang saya mau sampaikan sebenarnya. Sayang, saya belum jago nulis. Doa saya untuk Ibu dan teman-teman yang jadi perantara nikmah kebahagiaan Allah buat saya beberapa hari kemarin. Semoga kita dipertemukan lagi lain waktu.

Dan Trabzon.. semoga Allah kasih saya kesempatan buat berkunjung ketika kamu lagi berubah jadi Narnia!

DSC05536


23 Agustus 2018
Trabzon: checked!

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: