Allah dulu, Allah lagi, Allah terus

“Allah dulu, Allah lagi, Allah terus”

Begitu kata Ust. Yusuf Manshur di salah satu ceramah beliau yang sudah lewat lama sekali. Pertama kali mendengarnya, hatiku bergetar. Sontak ber-wiih, merasakan sesuatu di hati yang berteriak setuju dengan kalimat pendek luar biasa itu. Langsung menjadikannya kata-kata penyemangat di sudut-sudut buku tulis. Sampai tidak lama kemudian terlupakan dan kembali teringat karena kembali merasakan manjurnya.

Hampir segala hal di dunia kita mengalami perkembangan tiap harinya. Hal-hal baru diciptakan dan yang sudah ada dibuat semakin menakjubkan kemampuannya. Tapi sekuat apapun manusia berusaha, belum ada yang bisa menjadikan sesuatu dalam satu malam. Belum ada yang bisa membawa mimpi-mimpi sesederhana ya Allah aku ingin punya hidung lebih mancung ke dunia nyata dalam satu kedipan mata.

Belum ada yang bisa membawa kita pergi ke masa depan ketika masalah-masalah kita yang memusingkan telah terselesaikan tanpa kita perlu melakukan apapun selain menekan tombol merah di dalam bilik kecil. Belum ada. Dan mungkin tidak akan pernah ada.

Ingatkah kita bahwa hal tersederhana di dunia ini pun memerlukan kemauan dan usaha kita. Sebungkus mie goreng tidak akan matang dengan sendirinya tanpa kita yang berkemauan berdiri, menghidupkan kompor dan memasak air. Sapu dan pel akan tetap berada di tempat sebagaimana pun kita menatap tajam dan memerintahkannya membersihkan tempat tanpa kita sendiri yang berhenti berlaku konyol dan mulai menggerakkannya dengan tangan kita. Setuju?. Selamat, kamu masih sadar bahwa kita tidak berada di satu dunia dengan Harry Potter, Matilda, atau lainnya.

Kita seringkali merasa terpuruk, berantakan, lelah karena banyak hal. Merasa sudah mengusahakan semuanya namun tidak membuahkan hasil apapun. Berharap kita bisa memejamkan mata dan melihat semuanya selesai setelah membuka mata. Ya, hampir semua kita pernah berharap begitu. Sayangnya, kemanjuran abrakadabra dan ranting kayu hanya sebatas imajinasi dalam kepala manusia.

Kita di dunia hanya memainkan peran yang menjadi penilaian bagi diri kita untuk kehidupan setelahnya. Sebagai anak, teman, ayah, ibu, rekan kerja, pemimpin, pengikut, dan berjuta peran berbeda lainnya.

Semua peran itu pun memiliki masalahnya masing-masing.
Seorang anak bingung bagaimana meningkatkan nilai di sekolah sekaligus dia juga harus membagi untuk membantu orang tua di rumah.
Seorang ayah memiliki masalah dalam mencari cara untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya dan tetap berbakti kepada ibunya.
Seorang ibu akan merasa bingung ketika tahu anaknya berulah, merasa usaha mendidiknya gagal.
Dan lain-lain. Kita pun tidak hanya mengemban amanah dalam satu peran. Sadarilah kalau kita memiliki begitu banyak peran di dunia ini.

Kita memanglah makhluk Allah yang lemah. Kita bisa melakukan banyak hal, membuat takjub banyak orang. Namun terkadang kita mudah sekali dikalahkan oleh isi kepala, sugesti kita sendiri. Terlalu membesarkan masalah, menyalahkan diri sendiri. Padahal yang terpenting bukan tentang masalahnya, tapi jalan keluarnya. Yang terpenting bukanlah terus menyalahkan diri sendiri untuk dosa-dosa, tapi bagaimana kisa berusaha istiqomah dalam bertaubat.

Kita memang lemah. Tapi kita punya Allah Yang Maha Segalanya. Kita hanya butuh kembali dan berlari mendekat. Kekeras kepalaan kita, cara kita yang salah dalam mencari ketenangan lah yang membuat kita malah semakin kewalahan dan berantakan.

“He’s the one who knows you best, He knows what in your heart. You’ll find your peace at last if you just have faith in Him”

Kata Maher dan Irfan Makki di salah satu lagunya. Kita diberi ujian karena Allah ingin mengangkat derajat kita dengan hanya bersabar, dan mendekat kepadaNya.

Kita seringkali diberi ujian terberat pada hal yang paling kita cintai. Karena Allah ingin kita sadar bahwa cinta kita kepada ciptaannya yang lain tidaklah boleh melebihi kecintaan kita kepadaNya. Karena Allah ingin mengingatkan kita bahwa cinta kita yang paling baik haruslah dipersembahkan kepadaNya, yang telah memberikan kita segala sesuatu di dunia ini.

Maka kapanpun kamu merasa gagal, lelah, janganlah putus asa. Karena hamba Allah tidak pernah didekati rasa hina itu. Kembali dan meminta kepadaNya, maka sungguh kita akan punya seluruh kekuatan yang kita butuhkan.

Kartal Sahil, 5 Mei 2016 (13:38PM)

Türkiye Bursları, Application and FAQ (Updated: 20/03/16)

Günaydın. Herkese selamlar 🙂

By the way, pendaftaran Turkiye Burslari (YTB) sudah dibuka sejak beberapa hari lalu (29 Februari 2016). Mungkin beberapa dari kalian sudah mulai mendaftar, ya? Atau masih ada yang masih berjuang melengkapi berkas?. Untuk yang sedang berusaha apply, semoga terus diberi kelancaran, ya sampai application-nya berhasil di-submit. Dan untuk yang masih kesana-sini mengurus kelengkapan berkas, jangan khawatir, masih ada banyak waktu.

Well, sudah sejak lama YTB melakukan perbaikan terus-menerus di website. Terbukti dengan pendaftaran yang benar-benar berbeda pada tahun ini jika dibedakan dengan tahun 2014, ketika aku mendaftar.

Pada tahun ini, di website tidak terdapat pilihan “APPLY” atau “Başvuru Yap”, tapi application dilakukan dengan meng-klik “Student Sign-In” pada deretan pilihan di bagian bawah. Jika kalian merasa bingung karena website berbahasa Turki, bahasa bisa dirubah ke bahasa Inggris dengan meng-klik bendera United Kingdom di pojok kanan atas.

başvuru
Setelah meng-klik “Student Sign-In“,
nm
Klik Register jika kalian belum pernah membuat akun ini sebelumnya. And what you’ll see is..
dJika kalian tidak bisa melihat dengan jelas tulisan-tulisan pada gambar diatas, disana ada Name, Middle Name, Surname, Gender, Nationality/Citizenship, Email, Password, dan Verification Code. Semua kolom wajib diisi kecuali bagian Middle Name. Jika nama kalian hanya memiliki satu kata, misal: Hartina (that’s my high school friend’s name anyway), kalian harus mengisi kolom Surname masih dengan nama kalian (Hartina Hartina) atau tulis nama ayah kalian (Hartina Imran).

Banyak sekali yang menanyakan soal permasalahan kepenulisan Name dan Surname ini. Tahun 2014, aku diberitahu untuk menulis ke-tiga kolom nama. Karena namaku hanya dua kata (Asma Hanifah), aku juga bingung bagaimana mengisi kolom surname dan seorang guru bilang, isi saja dengan nama ayah, dan namaku disini sekarang adalah Asma Hanifah Ahmad.

Nama di ijazah SMA kamu kan Asma Hanifah, apa ngga akan jadi masalah?
Pasti, kemungkinan akan terjadi masalah karena perbedaan nama ini pasti ada. Tapi untungnya, sampai sekarang, tidak ada masalah yang aku hadapi karena nama belakang. Dan semoga saja tidak sampai kelulusan nanti (Aaaamiiiin..)

Well, I talked much about name. So, let’s continue.
Untuk email, kamu boleh menggunakan email apa saja (Yahoo, Rocketmail, dsb), tapi dianjurkan untuk menggunakan Gmail dengan alasan yang aku tidak mengerti (sorry for that). Sama seperti dianjurkan untuk menggunakan Google Chrome untuk apply dengan alasan bahwa doi adalah browser terbaik dunia untuk saat ini.

Setelah selesai mengisi form di atas, kalian akan diminta untuk mengaktifkan akun lewat email yang langsung terkirim ke email kalian. Jadi pastikan kalau email yang kalian gunakan adalah email aktif (masih kalian gunakan atau tidak lupa password-nya)

th

Jadi, namaku disini adalah Alyana Hanifah. Walaupun form yang kalian gunakan adalah form Bahasa Inggris, email yang terkirim akan berbahasa Turki seperti di atas. Disana tertulis ucapan terima kasih karena telah memilih Türkiye Bursları, disarankan untuk membaca panduan mendaftar (Başvuru Kılavuz, ada di halaman depan website), dan untuk menyelesaikan proses pendaftaran, kalian harus meng-klik tıklayınız (EN: click here).

Selah itu, kalian akan log in ke dalam sistem  dengan email dan password yang tadi kalian tulis. Dan nantinya, akan tampak seperti halaman di bawah:

hdKalian harus mengisi semua yang ada di atas untuk bisa Submit. Tentu saja.

Seringkali terjadi kesulitan ketika mengunggah gambar. Jangan khawatir dan buru-buru, hal itu biasa terjadi karena beasiswa ini ditawarkan ke lebih dari 100 negara. Jadi ada ribuan orang yang mendaftar dan karena itu sistem kadang bermasalah. Tapi apapun itu, kalian jangan menyerah. Kalian bisa melengkapi bagian yang lain dan melanjutkannya lagi nanti.

Saatnya FAQ..
Sebagai penerima beasiswa YTB, secara tidak langsung kami adalah duta merka untuk menjawab banyak sekali pertanyaan teknis dan non-teknis mengenai beasiswa ini. Dan di antaranya adalah sebagai berikut. Semoga bisa menjawab pertanyaan kalian juga, ya

  1. Asma dari mana bisa tahu soal beasiswa Turki? Browsing sendiri apa udah punya channel disana apa gimana?
    Aku tahu soal beasiswa ini dari seorang guru yang waktu itu mengumpulkan seluruh siswa kelas 12 dan kemudian memberitahukan soal beasiswa ini (baca: You’ll Find The Way). Channel yang aku punya adalah kakak-kakak senior yang terus membantu menjawab pertanyaan hingga akhirnya kami tiba di Turki dan masih terus membantu hingga sekarang.
  2. Kamu pilih jurusan apa disana? Dan kenapa milih jurusan itu?
    Alhamdulillah aku disini kuliah S1 jurusan Jurnalistik di Istanbul University. Kuliahnya full Turkish. Susah? I’d frankly say YES. Tapi disitulah letak berjuangnya. Kalau banyak baca, menulis, banyak praktek bahasa, dan bertanya, semakin lama akan semakin baik.
    Kenapa Jurnalistik? Karena waktu itu aku sudah memilih Islamic Theology karena aku sekolah di pesantren waktu itu. Tapi entah apa masalahnya waktu itu tidak bisa submit dan Abi yang memang dari awal tidak setuju aku memilih Islamic Theoloy dengan alasan “Udah ke Turki, sekalian aja yang sosial..” akhirnya menyarankan Journalism dan voila.
  3. Ada tes apa aja?
    Untuk beasiswa ini kamu hanya harus mengisi form pendaftaran yang di dalamnya kalian mengunggah transkip nilai, sertifikat prestasi akademik, menulis esai, dan sebagainya. Kurang lebih satu bulan kemudian, kamu akan mendapat email pemberitahuan apakah berkas kamu diterima atau tidak. Jika diterima, akan langsung mendapat undangan wawancara di Kedubes Turki di Jakarta. Setelah itu barulah keputusan akhir apakah kamu diterima atau tidak.
  4. Apa aja yang ditanya pas wawancara?
    Biasanya akan ada tiga orang interviewer. Mereka akan bertanya soal diri kita, hobi, minat dan sebagainya. Lalu alasan memilih Turki, apakah apply ke tempat lain selain ke Turki, rencana kedepannya, dan lain-lain yang semuanya tidak jauh berbeda dengan esai yang ada di application.
  5. Apa harus pinter bahasa Inggris?
    Menurutku, untuk esai soal gramatikal bukanlah hal utama yang mereka lihat. Intinya adalah mereka bisa langsung memahami apa yang kamu maksud dari esai kamu. Dan untuk wawancara juga begitu, persoalan gramatikal bukanlah yang utama. Yang terpenting adalah kalian mengerti apa yang mereka tanyakan, mampu menjawab dengan baik, dan mereka pun bisa puas dengan jawaban itu.
  6. ID card seperti apa yang boleh digunakan untuk apply? Apakah wajib memiliki paspor?
    ID card yang dianjurkan untuk digunakan adalah KTP atau paspor. Tapi kalau belum memiliki keduanya, boleh menggunakan Kartu Pelajar atau bahkan Kartu Keluarga (seperti yang aku lakukan waktu itu).
    Karena baru apply, belum perlu buat paspor kalau memang belum ada.
  7. Bagaimana kalau hanya memiliki dua atau satu nama?
    Di form aplikasi, bagian First Name dan Last Name/Surname adalah wajib sedang  Middle Name tidak harus diisi, dan sepertinya yang pernah aku tulis sebelumnya, kalau kamu hanya memiliki nama dengan satu kata, kamu bisa menulis ulang nama kamu di bagian Surname, atau menuliskan nama ayah kamu. Tapi untuk jaga-jaga, tulis ulang saja nama kamu.Kalau nama kamu memiliki dua kata, tulis nama terakhir di bagian Surname.
  8. Essay yang harus ditulis soal apa aja?
    Biasanya, pertanyannya menyangkut hal-hal berikut:
    – Kenapa kamu memilih untuk melanjutkan studi di Turki?
    – Alasan kamu memilih jurusan, apa hal penting dari jurusan itu dan hubungannya dengan sekolah atau pekerjaan kamu sekarang. Dan apa kontribusimu disana nanti.
    – Rencanamu setelah lulus
  9. Wajib punya TOEFL ya?
    Untuk hasil TOEFL dan sejenis, itu adalah optional. Boleh dilampirkan, boleh juga tidak. Tapi jika jurusan yang kalian ingin jurusan yang berbahasa Inggris, lebih baik dilampirkan.
  10. Apa berkas seperti SAT dsb. wajib diupload di bagian Academic Qualification?
    Setelah kamu klik  Academic Qualification, langsung terlihat keterangan yang menjelaskan bahwa applicant yang memiliki berkas tersebut dapat menguploadnya disitu karena ada beberapa universitas yang menjadikan berkas-berkas itu sebagai persyaratan. Untuk tahu apakah universitas pilihan kamu mempersyaratkan itu atau tidak, langsung saja check ke website universitas masing-masing.
  11. Untuk rata-rata nilai minimal berapa ya?
    70% dari 100 untuk rata-rata semester dan transkip keseluruhan. Dan 90% untuk jurusan kedokteran dan sejenis. Tapi jangan langsung mundur karena rata-rata nilai, ya. Dicoba saja. Kita semua tidak ada yang tahu soal rejeki dan takdir, bukan?
  12. Bagaimana cara membuat transkrip nilai? Apakah harus mengunakan Bahasa Inggris?
    Satu: Jika kamu sudah lulus satu tahun sebelumnya, kamu boleh membuat transkrip 6 semester. Atau, tetap membuat transkrip 5 semester dan meng-upload ijazah kamu di bagian Diploma (yang berarti kamu tidak usah mengunakan Certificate of Sudent Status lagi)Dua: Jika kamu belum lulus, yang dibuat tetaplah transkrip 5 semester yang disahkan oleh sekolah.
    Tiga: Jika ada perbedaan mata pelajaran dari satu semester ke semester lain, tetap buat transkrip dalam satu tabel dan urutkan tiap pelajaran. Kalau pelajaran itu tidak ada pada semester tertentu, cukup dikosongkan saja.
    Empat: Transkrip nilai adalah rangkuman dari rapor kamu. Jadi tidak perlu mengunakan rapor lagi. Dan transkrip nilai dibuat dalam bahasa Inggris. Jika sekolah tidak memfasilitasi, berarti jadi tugas kamu untuk men-translate.
  13. Rata-rata nilai mana yang harus ditulis dalam transkrip nilai?
    Rata-rata tiap pelajaran, rata-rata tiap semester, dan rata-rata keseluruhan. Coba saja kamu cek di contoh-contoh transkrip nilai yang Google punya.
  14. Aku baru UN bulan April, sedangkan di application diminta ijazah. Itu gimana?
    Bisa menggunakan certificate of student status yaitu yang menerangkan bahwa kamu akan lulus pada bulan tersebut di tahun 2016. Ditanda tangani oleh kepala sekolah dan dibubuhi cap sekolah.
  15. Kalau belum mendapatkan ijazah, apa yang bisa menggantikan?
    Aku sudah menuliskan di postingan “Mari Bersiap” bahwa bagi mereka yang belum memiliki ijazah karena memang belum melaksanakan Ujian Nasional pada waktu pendaftaran, boleh menggunakan Certificate of Student Status (please ask Google for what is it or how to make it 😉 ) 
  16. Gimana cara bikin Cerficate of Student Status?
    We all know about this almost-knows-everything Uncle, right?. Yep! Uncle Google! 
  17. Apakah transkip nilai dan ijazah harus diterjemah oleh penerjemah tersumpah?
    Ketika mendaftar, tidak perlu diterjemah oleh penerjemah tersumpah. Kalau sekolah tidak memfasilitasi untuk membuat trankip bahasa Inggris, kamu cukup membuat sendiri dan minta disahkan kepada sekolah. (baca: Mari Bersiap)
    Barulah ketika nanti mengurus visa, kamu perlu berkas yang diterjemahkan oleh sworn translator.
  18. Kalau tidak punya sertifikat dalam bahasa Inggris, apa harus diterjemahkan?
    Tidak perlu. Tidak usah repot-repot. Memang yang dianjurkan adalah sertifikat yang berbahasa Inggris, tapi kalau tidak ada, pakai saja yang ada. Tidak usah dipaksakan 🙂
    Kalau kamu menanyakan apa yang aku upload waktu itu, aku mengupload sertifikat debat bahasa Inggris, Speech Competition, dan sertifikat penghargaan dalam sebuah Try Out. 
  19. Di bagian mana diploma dan transkrip nilai di-upload?
    Di bagian Education Information. Langsung kelihatan, kok, setelah di-klik.
  20. Apa rekomendasi harus diminta dari sekolah?
    Biasanya memang diminta dari kepala sekolah (untuk pendaftar S1). Kalau kepala sekolah tidak menyanggupi untuk membuat dalam bahasa Inggris, kamu buat saja sendiri dan langsung minta tanda tangan beliau disertai cap.
  21. Apakah surat rekomendasi pakai kop surat juga?
    Sepertinya tidak perlu. Cukup ditulis biasa dengan diberi judul “Recommendation Letter“. Karena yang mengeluarkan, kan, personal dan bukannya lembaga, ya. 
  22. Apa maksud Religious Belonging dan Ethnicity?
    Ya, ada yang bertanya tentang ini. Jadi, Religious Belonging tentunya adalah Agama kamu sekarang. Dan Ethnicity–menurut kamus–adalah etnisitas (sesuatu soal kelompok sosial). Ya, lagipula sudah ada banyak pilihan disana yang bisa kamu lihat dan membantu kamu dalam mengisi kolom tersebut.
  23. Apa kalau mata minus masuk ke Vision Disability?
    Menuruku, kalau minusnya sudah 8 ke atas, atau terdapat masalah di salah satu mata seperti katarak atau lain-lain, silahkan beri keterangan tersebut. Tapi kalau minusnya masih ‘cetek’, ya jangan lebay lah ya 😛
  24. Apa maksud Grade Type dan Grade?
    Dari yang aku ketahui adalah bahwa Grade Type adalah jenis penilaian yang sekolah kamu pakai. Misalnya 100, 10 dan lain sebagainya. Dan bagian Grade diisi dengan rata-rata nilai keseluruhan kamu.
    Kalau kamu menemukan informasi lain yang lebih akurat soal ini, tolong beri tahu dikolom komentar, ya.
  25. Apa maksud High School Type?
    High School Type adalah jenis sekolah kamu, misalnya SMK (Technical High School), atau Pondok Pesantren (Islamic Boarding School), atau Seolah Swasta (Private High School) dan lain sebagainya.
  26. Tips memilih jurusan dong
    Jangan memilih jurusan berdasarkan peluang yang ada. Beberapa pernah ada yang bertanya “jurusan apa yang paling mudah untuk diterima”. Jujur saja aku tidak menyukai pertanyaan sejenis itu. Seolah ingin kuliah dengan jurusan apapun, asalkan itu di Turki (what?). Lebih baik pilih jurusan yang sesuai dengan minat dan kemampuan.
    Ada yang bilang bahwa lebih mudah untuk diterima di universitas di kota-kota kecil seperti Sakarya, Kocaeli, Yalova, dsb. Tapi kamu akan memilih 12 pilihan. Pilih saja beberapa di antaranya di kota besar. Kemungkinannya tetap 50:50.
  27. Apa bisa banting setir pas milih jurusan? Misalnya dari IPA ke keagamaan
    Selalu ada kemungkinan untuk itu. Misalnya, aku sekolah di pesantren. Tapi ketika disini, aku diterima di jurusan sosial. Atau ada lagi temanku yang belajar di jurusan IPA ketika SMA dan menerima jurusan Political Sciences disini. Padahal dia hanya memilih satu pilihan untuk itu dan 11 lainnya adalah jurusan teknik.
    Yang diperlukan adalah kamu meyakinkan mereka bahwa kamu pantas dan cocok dengan jurusan itu.
  28. Apa ada jurusan keagamaan? Pakai bahasa apa?
    Ada. Islamic Theology atau Ilahiyyat. Di Turki belum ada penjurusan yang lebih spesifik untuk Tafsir Qur’an, Hadits dan sebagainya. Jurusan ini yang terbaik ada di Marmara University. Bahasa yang digunakan ada bahasa Turki, bahasa Inggris dan bahasa Arab, tergantung mata kuliahnya.
  29. Berapa uang yang diperlukan untuk berangkat ketika sudah diterima nanti?
    Waktu itu aku cuma membawa sekitar 3-4 juta rupiah. Cukup untuk satu bulan pertama ketika beasiswa memang belum diberikan. Keperluan awal yang penting adalah membeli nomor telepon, registrasi handphone, beli istanbulkart atau sejenis (kartu untuk hampir seluruh transportasi umum di Istanbul), mengurus ressident permit.
    İnşaallah aku akan menulis soal apa saja yang harus dipersiapkan ketika akan berangkat (terutama ke Istanbul).
  30. Apa visa harus diurus mulai sekarang?
    Tentu tidak. Pembuatan visa waktunya nanti ketika sudah positif lolos dengan menerima Kabul Mektubu atau Letter of Acceptance. Untuk sekarang, selesaikan saja dulu pengisian form aplikasi dan tunggu hasilnya.
  31. Apa aja yang ditanggung beasiswa?
    Sudah aku tulis di postingan sebelumnya (Mari Bersiap)
  32. Apa monthly allowance yang dikasih cukup?
    Cukup. Walaupun misalnya biaya hidup di kota besar seperti Istanbul mahal, masih ada sisa untuk ditabung. Apalagi kalau kamu bukan shopaholic atau bookworm yang maunya beli dan beli lagi. Untuk kebutuhan standar tiap bulan adalah uang transport, makan siang, dan pulsa.
  33. Apakah bagian Work Experience dan Academic Qualification  wajib diisi?
    Sederhananya, kalau kamu bisa submit, berari tidak harus. Tapi bisa jadi nilai tambah untuk form kamu. Dan kalau tidak bisa lanjut atau submit ketika dikosongkan, berarti wajib isi. As simple as that :).
    Tapi sebelum mulai mengisi kan ada petunjuk yang mengatakan kalau red exclamation mark berarti wajib, sedang yellow berarti optional.
  34. Apa berkasnya masih bisa diperbaiki kalau sudah submit?
    Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Kalau sudah submit, berkas yang sudah dikirim itu tidak bisa diperbaiki lagi.Baiklah, untuk sekarang mungkin cuma ini yang bisa aku tulis. Ada banyak sekali blog senior yang menjelaskan dengan detail soal beasiswa ini. Yang diperlukan adalah keaktifan kita untuk MEMBACA sebelum BERTANYA. Jangan menjadi orang yang berpola pikir “kenapa membaca kalau bisa bertanya langsung?”. Jadilah pejuang beasiswa yang mandiri!

Kalau ada pertanyaan lain yang tidak ada jawabannya di atas atau di blog/website lain, just simply write it on the comment below 🙂

Thank you.
Teşekkürler.
——
Visit:
http://www.turkiyeburslari.gov.tr (for application and information about studying in Turkey)
http://www.studyinturkey.gov.tr (for finding majors and universities that probably suit you)
http://www.inaturk.com (for informations about Turkey scholarships in Bahasa)

Read and know other Türkiye Bursları awardees’ stories:
putrianatasia.blogspot.com (Putri Anatasia-Gebze Tachnical University, Kocaeli)
hidaazahra.blogspot.com.tr (Khusnul Hidayah-Ege University, İzmir)
naeliltheclimber.wordpress.com (Naelil MaghfirohEge University, İzmir)
caughtinauranium238fission.blogspot.com

 

Dunia (Masih) Berdarah

Baru saja dua hari yang lalu terjadi sebuah serang bom bunuh diri di kawasan Sultanahmet a.k.a Blue Mosque yang menewaskan 10 orang warga asing serta membuat sedikitnya 15 orang luka-luka. Serangan bom ini terjadi pada pagi hari sekitar 10.20, menurut media setempat. Media internasional banyak yang langsung memberitakan kejadian ini. Dan sayangnya, media Indonesia yang entah memang terlambat mendapat beritanya atau memang sengaja memperlambat berita karena alasan perlu waktu untuk mengumpulkan berita dari narasumber atau sebab lainnya, baru memberitakan hal ini satu hari setelahnya.

Dunia kembali berkabung atas meninggalnya para korban. Aku bercerita di akun Facebook-ku bahwa pada hari ketika serangan bom terjadi, aku sedang berada di kelas mengerjakan ujianku hari itu. Aku sedang tidak punya kuota internet dan tidak bisa tersambung ke  WiFi kampus untuk bisa langsung tahu soal serangan ini dari teman di grup Whatsapp atau semacamnya. Pukul 10.00 ujianku dimulai, dan aku menyelesaikannya sekitar 30 menit kemudian.

Aku pulang sendirian seperti biasa. Ketika sudah tiba di stasiun tramvay “Beyazıt-Kapalıçarsı (Grand Bazaar)”, aku melihat banyak orang berkumpul. Suasana saat itu tidak terasa biasa. Ada sesuatu yang terjadi, pikirku. Ditambah lagi ada banyak sekali ambulan yang hilir-mudik dengan suara sirine yang semakin menambah ketegangan. Dan lalu aku melihat sebuah mobil hitam yang hancur bagian depannya sedang diangkut ke mobil derek. Aku pikir keramaian hari itu disebabkan oleh sebuah kecelakaan lalu lintas dan kebetulan saja sedang banyak ambulan yang lewat.

Ketika aku tiba di tempatku biasa belajar, seorang temanku menelpon, menanyakan keberadaanku, dan kemudian memberi tahu mengenai bom itu. Setelah tersambung ke koneksi internet, aku langsung membuka lama berita setempat dan mendapati bahwa serangan bom kali ini lumayan serius. Sejenak aku baru sadar kalau itu terjadi di tempat yang biasa aku kunjungi. Terutama setelah selesai ujian.

Aku tidak bisa membayangkan seumpama aku menyelesaikan ujianku lebih cepat dan memutuskan untuk berjalan-jalan ke Sultanahmet. Aku tidak bisa membayangkan jika aku berada di dekat lokasi kejadian dan …
Atau melihat jasad para korban ledakan? Aku bisa-bisa pingsan atau muntah-muntah di tempat.

Jarak dari kampusku, dekat Grand Bazaar menuju Kawasan Sultanahmet hanya sekitar 10-15 menit berjalan kaki. Dekat sekali. Tapi suara ledakan bom yang katanya bisa di dengar bahkan dari jarak 5-6 km tidak terdengar oleh kami yang sedang berada di kelas saat itu. Tapi ledakan bom itu berada dekat sekali.

Aku memutuskan untuk tidak membagi postingan mengenai bom itu dari akun Facebook karena takut orang tuaku akan jadi sangat khawatir. Walaupun aku tidak sedang berada dekat sekali dengan lokasi ketika itu terjadi. Hingga malam hari, aku masih mengobrol santai dengan teman-teman dan orang tuaku di Indonesia. Keesokan harinya, barulah ‘keramaian’ memenuhi notifikasi handphone-ku. Termasuk pesan dari orang tua yang langsung menanyakan keadaanku.

“Kamu baik-baik aja kan??, Abi sama Ummi baru baca soal bom di Sultanahmet itu”
“Eh, katanya di Istanbul ada bom? Kamu gimana??”
“Asma, di Istanbul ada apa?? skype-an yuk”
Dan lain-lain.

Aku merasa bersyukur aku tidak sedang berkunjung ke Sultanhamet hari itu. Bersyukur karena tidak menyelesaikan ujian dengan cepat dan berniat main ke Sultanahmet. Bersyukur bahwa bom itu bukan bom yang besar. Bersyukur karena tidak ada teman atau orang yang aku kenal yang jadi korban. Dan bersyukur karena bom tidak meledak di dalam Sultanhamet atau Aya Sofya.

Tapi aku ikut bersedih karena ledakan itu telah merenggut nyawa orang-orang tidak berdosa. Orang-orang yang datang untuk berlibur dengan bahagia. Pun bersedih karena sekaratnya rasa kemanusiaan dan semakin minimnya rasa aman dan damai yang kita kita punya.

Dan hari ini, berkelang dua hari setelah kejadian bom di Sultanahmet, ketika dunia masih berkabung, kawasan ibukota Jakarta sedang mengalami teror yang dilakukan orang-orang yang entah atas dasar dan tujuan apa.

Timeline Ask.fm, Facebook, Twitter, dan media sosial lainnya dipenuhi dengan kabar ini. Saling menghimbau untuk tetap berjaga-jaga dimanapun berada. Semoga teman-teman dan saudara kita yang berada disana tetap dalam keadaan aman.

Selama kita masih hidup dalam satu dunia yang sama dengan orang-orang itu, tetaplah berhati-hati dan terus mengingat Allah. Karena sejatinya, kita sedang berada dalam antrian panjang kematian, bukan? Hanya Allah yang tahu akan seperti cara-Nya memanggil kita nanti. Dan semoga ketika saatnya telah tiba, kita sedang dalam keadaan mengingat Allah.

Dan marilah untuk tidak memposting foto para korban. Bayangkan saja jika yang ada difoto adalah teman atau anggota keluarga kita. Apa kita mau semua orang melihat jasadnya yang meninggal mengenaskan? Cukuplah kita tunjukkan belasungkawa kita dengan cara yang baik.

Mari berdo’a tidak hanya untuk tempat-tempat tertentu yang telah atau masih diserang, tapi juga berdo’a untuk kemanusiaan dan dunia tanpa terorisme. Mari berdo’a untuk hati orang-orang tak berperikemanusiaan agar lekas disadarkan. Mari terus berdo’a karena hal serupa dapat terjadi dimanapun, bahan di tempat paling aman yang pernah kita pikirkan.