Mari Bersiap

Günaydın 🙂
Masih pukul 3.37 pagi disini. Tapi mata yang tadi dipaksa melek, sekarang sudah susah diajak terpejam lagi. Dan juga, merasa semangat sekali mengetahui pendaftaran beasiswa Türkiye Bursları (YTB) besar kemungkinan akan dibuka dalam waktu dekat, sehingga memutuskan untuk berbagi beberapa hal disini.

Tahun 2014, seingatku pendaftaran dibuka antara pertengahan bulan Aprıl dan Mei, tahun 2015 dibuka antara bulan Februari-April, dan untuk tahun ini kita semua masih menunggu kapan resmi dibukanya pendaftaran ini. Jadi, untuk kalian yang sedang menunggu, sudah tahukah hal apa saja yang harus dipersiapkan? sudah seberapa siapkah kalian?. Sudah banyak blog dari para senior yang mengulas soal persiapan pendafaran beasiswa YTB ini, tapi aku juga ingin ikut berbagi hal yang aku tahu disini.

Sebelumnya, mari kita bahas secara singkat mengenai Apa itu YTB?

YTB (Yurtdışı Türkler ve Akraba Topluluklar Başkanlığı) atau juga dikenal sebagai  Türkiye Bursları (turkiye burslare) adalah sebuah program beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah Turki dan ditujukan kepada pelajar-pelajar asing untuk tingkat sarjana, master, doktoral, dan juga program research. Program beasiswa ini membuka pendaftaran setiap awal tahun, dan memberi kesempatan kepada seluruh pelajar asing untuk menjadi salah satu dari 12.000 penerima beasiswa untuk melanjukan studinya di 105 universitas di 55 kota di Turki.

Beasiswa ini meliputi kursus bahasa Turki selama satu tahun, biaya kuliah, makan dan asrama, monthly allowance (600 TL untuk undergraduate,  850 TL untuk master dan 1200 untuk doctoral students), asuransi kesehatan, dan tiket pergi serta pulang (setelah lulus).

Ada beberapa persyaratan yang diperlukan untuk mengisi form aplikasi YTB sesuai dengan jenjang pendidikannya. Tapi karena berhubung aku adalah penerima beasiswa untuk undergraduate level, yang akan aku tuliskan akan terfokus kepada persyaratan pendaftaran khusus undergraduate level. Jadi, apa saja yang diperlukan?

  1. ID Card
    ID Card atau kartu identitas ini bisa berupa kartu pelajar, kartu tanda penduduk (KTP), atau paspor. Hanya perlu untuk memilih salah satu diantaranya. Kartu identitas yang kita punya harus di-scan dan kemudian disimpan dalam format file “.pdf” untuk bisa diunggah ke form aplikasi.
  2. Transkip nilai 
    Untuk pelajar yang baru akan lulus pada tahun itu, diharuskan untuk mempersiapkan transkip nilai 5 semester dengan rata-rata minimal 70. Cara membuatnya?, jika sekolah tidak menyiapkan transkip nilai ini, kamu tinggal membuat tabel yang kemudian diisi dengan nama pelajaran serta nilai dari semester 1-5 dan juga rata-rata untuk tiap semester dan keseluruhan. Jangan lupa untuk menyertakan nama, student number, dan jurusan kamu di sekolah di atas tabel, dan logo serta nama sekolah di kepala surat seperti surat resmi biasanya. Berkas transkip kemudian ditanda tangani oleh kepala sekolah dan diberi cap. Lebih baik jika berkas tertulis dalam bahasa Inggris.Dan untuk applicant  yang sudah lulus setahun sebelumnya dan sudah mendapakan ijazah, boleh memasukkan transkip 5 semester saja atau 6 semester (berdasarkan pengalaman teman). Berkas ini juga harus dalam format file PDF.

     

  3. Certificate of Student Status/Ijazah
    Certificate of student status hanya digunakan oleh applicant yang baru akan lulus. Di dalam surat itu menerangkan bahwa kamu adalah siswa dari sekolah tersebut yang akan lulus pada tahun itu. Berkas ini juga ditanda tangani dan diberi cap sekolah. Sedang applicant yang sudah lulus pada tahun sebelumnya maka akan menggunakan ijazah yang tidak harus diterjemahkan.
  4. Essay
    Essay akan ditulis langsung di form aplikasi (tergantung pada kebijakan yang dipakai nantinya). Biasanya kamu akan diminta unuk menuliskan tentang hobi dan minat kamu, alasan memilih Turki, alasan memilih jurusan dan keterkaitannya dengan pendidikan sebelumnya, serta rencana kamu setelah lulus dari Turki nanti. Semua dalam bahasa Inggris (atau Arab). Esai dibatasi maksimal 1000 karakter per pertanyaan. Saranku, tulis saja apa adanya dengan tanpa banyak basa-basi. Paragraf pendek yang padat dan jelas isinya akan lebih baik dibanding kamu ‘habiskan’ 1000 karakter untuk menceritakan hal yang kebanyakan tidak jelas atau bahkan tidak penting.
  5. Recommendation Letter
    Surat rekomendasi yang bisa diminta dari siapa saja (berkaitan dengan sekolah terutama).

Itulah hal-hal penting yang nantinya sudah harus siap ketika kamu akan mendaftar. Ada juga hal-hal lain yang sifatnya optional atau tidak diwajibkan seperti sertifikat prestasi akademik, hasil tes TOEFL dan sejenis, dan lain-lain. Untuk informasi lebih lengkapnya bisa kamu baca sendiri di website resmi YTB sendiri.

Pendaftaran hanya bisa dilakukan secara online di website resmi YTB. Untuk langsung tahu ketika pendaftarannya dibuka, kamu bisa follow akun Twitter atau like halaman Facebook-nya. Selagi menunggu, perbanyak berdoa, dan minta restu orang tua. Online application dibuka dalam jangka waktu satu bulan. Jadi jangan terlalu panik. Kamu masih punya waktu.

Dan juga, luruskan lagi niatmu. Untuk apa kamu kesini? apa tujuan yang pertama kali terlintas di kepalamu tiap kali orang bertanya? karena segala sesuatu berdasarkan dengan niat, bukan?. Kalau dari awal niatnya sudah salah dan tidak serius, baru satu bulan saja mungkin sudah berat sekali. Beasiswa yang ditawarkan ‘menggiurkan’ sekali memang, tapi untuk mengusahakannya, keinginan kuat saja tidak cukup, butuh usaha dan pengorbanan.

Jangan takut untuk melangkah dan mencoba dengan alasan nilai rata-rataku ngga mencukupi, kemampuan bahasa Inggrisku jelek banget, aku ga yakin aku bisa, dan blabla alasan lain yang ada-ada aja. Hal paling besar dan kuat yang menutupi jalan manusia adalah ketakutan dalam dirinya, padahal terkadang dia sendiri tidak sadar benar untuk apa dia takut. Kesempatan hanya akan datang satu kali. Jadi manfaatkan itu selagi, dan semaksimal yang kamu bisa. We can make if we try. Dan ketika kamu sudah berani melangkah, jangan ragu untuk meneruskan. Teruskan sampai benar-benar tidak ada lagi yang bisa kamu lakukan. Usahakan!.

Selamat bersiap-siap, Pejuang!. Semoga ada kesempatan bagi kita untuk bertemu langsung disini, ya. Semoga dipermudahkan dan diberkahi semua usahamu. Türkiye’de görüşürüz, inşaallah 😉

———–
Website resmi YTB: http://www.turkiyeburslari.gov.tr

White Town

(sumber gambar: Google)

“Salju sedang di perjalanan ke Istanbul, sodara-sodara. Malam ini sampai, insyaallah”
Seorang teman membuka pembicaraan di grup Whatsapp. Sudah dari beberapa hari sebelumnya sudah bisa diketahui dari prakiraan cuaca kalau pada akhir tahun Istanbul akan berselimut putih. Itu hanya ramalan cuaca, mesin dan manusia yang bekerja. Bisa jadi ramalan itu salah. Bagaimana pula salju akan turun dalam waktu dekat dengan suhu se-‘hangat’ ini?, gumamku sepanjang perjalanan pulang menuju asrama.

They said it will be snowing tonight,” ujarku pada teman satu kamar.
Yeah, I saw the weather forecast and it says it will be snowing. But I don’t know
I’m not sure it will be snowing tonight cause I didn’t even feel cold today
Yeah

Tapi ini tentang cuaca Istanbul yang terkenal dengan kız gibi-nya. Kız gibi, seperti seorang gadis. Labil maksudnya, seperti gadis yang mood-nya bisa berubah cepat dalam satu waktu. Karenanya, tidak jarang cuaca Istanbul membawa kejutan. Kejutan menyebalkan seperti ketika langit cerah yang tertutup awa mendung dan disusul hujan beberapa saat kemudian, misalnya. Tapi, kejutan biasanya lebih tepat digunakan untuk hal positif bukan?. Kemarin, pada 30 Desember 2015 adalah salah satu hari ketika cuaca Istanbul membawa kejutan menyenangkan. Kejutan yang sudah lumayan lama ditunggu, ditanya-tanya kapan datangnya.

Hari itu adalah ujian final hari terakhir, ada dua ujian yang salah satunya dimulai pada pukul 10.00 pagi. Aku berangkat awal karena jarak asrama menuju kampus yang lumayan jauh. Selesai sarapan, aku melihat ke luar pintu kaca asrama. Tidak ada apa-apa. Masih sama saja seperti kemarin. Ramalan cuaca itu meleset sekali, mana ada salju turun malam tadi? Langit bahkan terlhat cerah diluar, batinku sambal melangkah keluar.

Udara memang lumayan dingin, hidung dan mulut bisa meneluarkan asap ketika berbicara, tertawa, bahkan ketika bernafas. Mungkin Si Putih akan datang malam ini, atau mungkin esok. Tapi, setibaku di sebuah halte bernama Cevizlibağ, tempatku berpindah kendaraan dari metrobüs ke tramvay, langit sudah terlihat mendung, butiran es kecil mulai turun. Pelan. Sedikit. Tapi dalam sekian menit sudah menghujani kerumunan orang disana, termasuk aku yang kebetulan tidak mengenakan jaket ber-hoodie. Rasanya sama saja dengan dihujani dengan milyaran tetes air dari langit. Bedanya, dengan hujan es atau salju, tubuh kita tidak akan langsung basah, hanya dipenuhi butiran kecil dari atas ke bawah.

Sepanjang perjalanan, aku melihat keadaan yang sama diluar. Orang-orang menutup kepala dengan tas, hoodie jaket, syal, dan ada pula beberapa yang membawa payung. Tapi setibaku di stasiun tramvay Beyazıt-Kapalıçarşı (Grand Bazaar) yang dekat dengan kampusku, hujan es sudah berhenti. Benar-benar berhenti. Bahkan terlihat matahari bersinar dari balik gedung disana. Cuaca Istanbul ini benar-benar.

Ujian pertama selesai, ada waktu 1 setengah jam sebelum ujian kedua dimulai. Aku dan beberapa teman sesama yabancı (foreigner) memutuskan untuk duduk di sofa lantai bawah. Mengobrol, membicarakan ujian sebelumnya, sambil kembali membaca materi pelajaran. Dan tiba-tiba..

Bak! Kar yağıyor!,” seseorang berkata sambal melihat ke luar jendela besar. Aku spontan ikut menoleh keluar. Benar saja, hujan es sedang turun lumayan deras di luar. Dahan pepohonan yang ‘gundul’ tanpa daun bergoyang kencang ditiup angin. Orang-orang yang masih berada diluar menyegerakan diri masuk ke dalam gedung untuk menghangatkan badan. Well, hujan es berbeda dengan hujan salju karena es lebih padat, sedang salju lebih ringan. Tapi keduanya sama menakjubkannya.

Jadilah hari itu, sehabis makan siang di ruang makan kampus, aku dan seorang teman dari Filipina yang kelihatan lebih excited dengan salju ini, bermain-main sebentar sambil merekam beberapa video dan kemudian pulang. Pipiku mulai memerah, tangan mulai terasa kaku, dan hidungku mulai ‘menangis’ karena dinginnya udara saat itu.

Salju di Istanbul tahun ini memang datang terlambat. Tapi prakiraan cuaca mengatakan kalau badai salju di beberapa wilayah pada tahun ini akan jadi lebih parah dibanding tahun sebelumnya. Di kota-kota lain yang sudah lebih dahulu dihujani salju, suhu udaranya bahkan bisa mencapai -20 derajat. Entah bagaimana orang-orang disana bisa bertahan dengan udara se-ekstrim itu. Di Istanbul yang baru bersuhu -2 derajat saja sudah merepotkan sekali rasanya. Bayangkan saja, kamu harus mengenakan jaket, syal, dan boot lengkap hanya untuk membeli sesuatu dari toko kecil yang sebenarnya hanya berjarak 10 langkah dari pintu asrama. Wuff..

Hari kedua turunnya salju, jalanan, atap-atap bangunan, pinggir jalan, mobil yang terparkir, semua sudah tertutup salju tebal. Semuanya sudah tertutup ‘selimut’ putih dingin. Cantik sekali. Tempat-tempat terlihat bersih. Beberapa anak kecil yang berpakaian tebal lengkap sedang bermain lempar bola salju diluar. Beberapa terbahak-bahak melihat temannya terpleset jalanan yang saljunya yang sudah mencair.

iki-bolgede-yogun-kar-yagisi-NDQ0N

(sumber: Google)

Setelah beberapa tahun, akhirnya pergantian tahun ini menjadi pergantian tahun yang berbeda dengan white new year’s eve atau malam tahun baru yang putih. Di malam tahun baru pun, salju masih turun dengan lebat. Jalanan yang tadi baru dibersihkan dengan sekop, dalam beberapa menit sudah tertutup es lagi. Kembang api yang dihidupkan pun tidak terlihat jelas keindahannya karena tertutup kabut dan langit mendung. Mana ada acara bakar-bakar sate atau jagung diluar rumah.

Yang membuat musim dingin berbeda adalah turunnya salju. Tiap kali salju turun di atas kepala, kamu akan merasakan hal itu seolah memiliki kekuatan magis yang membuat kamu terdiam menatap keindahannya tanpa sadar kalau pipi dan tanganmu yang tidak tertutup mulai memerah. Dan kebahagiaan yang terpancar dari kebersamaan ketika bermain bola salju atau membuat boneka salju membuat kekuatan magis itu semakin kuat. Kamu mungkin tidak akan sadar kalau ternyata dari tadi kamu tersenyum melihat sekeliling.

Tapi, tidak ada yang benar-benar sempurna dengan segala apapun di dunia ini. Ada kekurangan dan kelebihan dari masing-masing hal yang telah Allah ciptakan untuk membuat manusia semakin belajar dan bersyukur.  Bermain salju, merasaka kepingan lembut kepingan salju jatuh ke atas tubuhmu tidak selalu terasa menyenangkan. Ada kalanya ketika kamu merasa kesal sekali dengan suhu dingin yang ada, jalanan licin yang membuatmu sulit berjalan atau bahkan terjatuh beberapa kali, dan ketidak-menyenangkan lainnya.

Ada banyak sekali teman di tempat lain yang bilang iri sekali, ingin juga merasakan salju dan menyentuhnya dengan nyata. Tidak ada salahnya dengan berharap begitu, asal jangan sampai hal itu membuat kita berhenti bersyukur dengan apa yang sedang kita rasakan. Selalu lah memandang sesuatu dari dua sisi agar kita selalu sadar dengan kurang dan lebih-nya segala sesuatu yang ada ini.

Dengan turunnya rombongan Si Putih Cantik dari langit ini, Allah mengaruniakan kepada manusia kebahagiaan, kehangatan, kebersamaan, dan sentilan lembut untuk kembali bersyukur kepada-Nya. Dan manusia harus mendapatkan semua itu dengan mempelajarinya sendiri. Ada yang dari awal sudah merasa bahagia–tersenyum sambil kepala mendongak dan kedua tangan menengadah.

Ada pula yang merasa kesal, berjalan cepat dengan kaki menghentak lebih keras, bergumam aku jadi harus berangkat kerja dengan kebekuan ini setiap hari. Dan satu yang mungkin tidak menampakkan ekspresi yang mudah terbaca manusia, hanya menatap turunnya keindahannya itu dengan wajah datar, tidak mempedulikan orang lain yang lewat disamping, depan, dan belakangnya. Tidak peduli beberapa dari mereka bahkan dengan keras menabrak tubuhnya hingga hampir terjatuh. Tidak peduli mereka beteriak menyumpahinya yang menghadang jalan. Tidak peduli. Hanya mampu bergumam, datang lebih akhir saja tidak bisa kah? Si Kecil bahkan belum memiliki jaket hangat yang layak.

Angin dingin berhembus.
Salju tetap turun.

Aku Melihat Istanbul

Kamis, 17 September 2015, terhitung seminggu sejak kedatangan mahasiswa baru ke Turki, PPI Istanbul bekerja sama dengan ICIST mengadakan fieldtrip atau jalan-jalan ke beberapa tempat di Istanbul. Membiasakan diri di tempat baru yang berbeda bukanlah sesuatu yang mudah. Perlu dorongan dari dalam diri sendiri dan juga dari luar agar proses pembiasaan itu berjalan lebih mudah. Karena itu, program ini diadakan untuk menjalin hubungan yang lebih dekat antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama, dan juga untuk refreshing setelah beberapa hari disibukkan mengurus berbagai hal sekaligus mengenalkan Istanbul sedikit lebih jauh agar mahasiswa baru merasa nyaman dan beruntung berada di tempat yang walaupun jauh dari rumah ini.

Kami sudah diberitahukan sebelumnya bahwa sudah harus berkumpul di gedung ICIST pada Kamis pagi pukul 9.00. Aku dan empat temanku, ditambah tiga mahasiswa baru harus berangkat lebih pagi karena jarak dari asrama ke kantor ICIST yang di bagian Eropa tidaklah dekat. Aku selalu berpikir, kalau tidak karena fasilitas asramaku yang bagus, sudah lama aku meminta YTB untuk memindahkanku ke asrama lain di bagian Eropa yang pastinya lebih dekat untuk pergi kemana pun, terutama kampus.

Pagi itu, kami berangkat pukul 7.30 dan akhirnya tiba di gedung kantor ICIST beberapa menit lewat dari pukul 9.00. Ada 23 orang yang ikut termasuk beberapa mahasiswa baru dari Malaysia dan Singapura.

Pukul 9.30, setelah berkumpul, kami berangkat dengan menggunakan bus sewaan menuju destinasi pertama, Miniatürk.

image

(Diambil oleh Asma)

Miniatürk atau Minyatür Türkiye Park adalah sebuah taman miniatur yang berisi miniatur bangunan atau tempat dari dalam dan sekitar Turki dengan skala 1:25. Taman ini pertama kali dibuka pada tanggal 3 Mei 2003. Luas taman ini adalah 60.000 meter persegi yang menjadikannya salah satu taman miniatur terbesar dunia.

Untuk saat ini sudah ada 122 model yang diselesaikan dan Wikipedia juga mengatakan kalau tempat yang masih tersisa disiapkan untuk potensi adanya model bangunan lain lagi nantinya.

Taman ini tidak hanya berisi miniatur bangunan saja, tapi juga ada taman bermain khusus anak kecil, labirin, dan papan catur raksasa. Jadi anak-anak kecil tidak akan cepat merasa bosan berada disini.

Kami diberi waktu satu jam untuk berkeliling. Pada pukul 11.00 kami sudah harus berkumpul di dekat toko souvenir.

image

Sebelum memulai tur

image

image

Foto bersama di depan pintu masuk Miniatürk

Setelah berfoto di depan pintu masuk Miniatürk, kami diajak masuk ke dalam sebuah tenda putih lumayan besar yang isinya adalah layar-layar dengan tulisan rencana pembangunan Istanbul ke depannya. Aku tidak tahu apa nama tempatnya. Tapi aku yakin kalau tempat itu adalah milik pemerintah kota Istanbul.

image

image

image

Aku dengar kalau penjelasan yang mereka berikan pada tahun kemarin berbeda dengan yang diberikan hari itu. Itu berarti, selalu ada perkembangan tiap tahunnya dari segi penataan kota, transportasi, pengelolaan sampah, dan lain-lain. Bahkan sampai sekarang pun, masih bisa dilihat betapa banyak proyek yang sedang mereka jalankan.

Kami juga diajak menonton film pendek berisi video dan gabungan foto-foto mengenai usaha pemerintah kota dalam mengubah dan memajukan Istanbul. Film pendek yang luar biasa. Hanya dalam satu dekade, mereka sudah membawa banyak sekali perubahan baik. Sepulangnya, kami diberi hasil foto dari rombongan kami yang diambil sebelumnya dan juga goodie bag yang berisi air mineral, jus, dan roti.

Berangkat dari Miniatürk, kami diajak makan siang di restoran Beltur di Yıldız Parkı. Kami tidak perlu khawatir soal biaya makan atau lainnya karena semua biaya ditanggung oleh ICIST. 😁

Setelah selesai makan siang, kami melanjutkan perjalan ke destinasi kedua, Topkapı Panorama 1453.

image

Foto bersama di depan Museum Topkapı Panorama 1453

image

image

image

Kami melaksanakan shalat Dzuhur di sebuah masjid tidak jauh dari museum dan kemudian diberi waktu satu jam untuk mengellingi museum.

Menurut Wikipedia, museum sejarah (Turkish: tarih müzesi) ini pertama kali dibuka pada 31 Januari 2009. Di dalam museum ini terdapat banyak informasi mengenai penaklukkan Konstantinopel oleh Al Fatih. Dan di lantai paling atas terdapat lukisan yang menceritakan penaklukkan yang bersejarah itu. Lukisan yang terlihat nyata dengan ditambah suara tembakan meriam yang diputar membuat kita seakan menonton peperangan itu secara langsung.

Dan akhirnya, setelah selesai melakukan perjalanan waktu di Museum Panorama, kami melanjutkan perjalanan ke destinasi terakhir. Yerebatan Sarnıcı a.k.a Basilica Cistern.

image

(Sumber: Google)

Basilica Cistern adalah yang terbesar dari beberapa ratus penampungan air kuno yang berada di bawah Istanbul (dulunya Konstantinopel). Penampungan ini dibangun pada masa kekaisaran Bizantium karena pada masa itu, walaupun terletak di daerah strategis, Konstantinopel memiliki masalah dalam penyediaan air bersih. Basilica Cistern dikatakan mampu menampung 80.000 kubik air.

Basilica Cistern yang terletak di bawah tanah ini hanya diberi penerangan lampu temaram sehingga kecil sekali kemungkinan untuk bisa mengambil foto dengan hasil yang bagus menggunakan kamera handphone.

Yang menarik dari Basilica Cistern adalah dua patung kepala Medusa yang salah satunya diletakkan terbalik dan lainnya diletakkan menyamping. Banyak artikel yang membahas soal alasan diletakkannya dengan posisi begitu. Tapi salah satu artikel terkenal menjelaskan bahwa hal itu disengaja untuk menangkal roh-roh jahat.

image

(Sumber: Google)

Selain kepala Medusa, ada juga kolam harapan yang di dalamnya ada banyak sekali koin dan ikan berukuran besar-kecil sedang berenang. Aku rasa tiap tahun pihak pengelola mungkin mengumpulkan koin-koin itu dan menyalurkannya kepada yang membutuhkan 😁. Mungkin. Aku juga tidak begitu yakin.

Dan begitulah perjalanan kami hari itu. Menyenangkan, walaupun juga sedikit melelahkan. Beberapa hari selanjutnya aku hanya bisa beristirahat di kamar karena kondisi badan yang tidak sehat. Aku yakin ini karena keadaan cuaca yang mulai berubah. Hey!, siapa sangka musim panas sudah berlalu dan musim gugur keduaku akan segera datang dalam waktu dekat!. Who’s excited?. 🙌🙌

Perjalanan hari itu memberi kami banyak informasi baru mengenai tempat-tempat di Istanbul. Ya, membuat kami merasa beruntung berada dekat sekali dengan salah satu sejarah paling penting dalam peradaban manusia. Semoga kalian yang membaca bisa berkunjung ke Istanbul juga, ya!

21 September 2015, 22:55
Esma, Istanbul

—-
Sumber:
-Miniatürk:
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Miniatürk
http://miniaturk.com.tr
-Topkapı Panorama 1453 History Museum
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Panorama_1453_History_Museum
http://panoramikmuze.com
-Basilica Cistern:
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Basilica_Cistern
https://hendroliu.wordpress.com/2014/07/22/basilica-cistern-aura-misterius-sang-penampungan-air/
-ICIST
https://m.facebook.com/icist

Esma, Istanbul

The Amazing Two

İyi günler! 😀
Hari ini, aku sangat bersemangat untuk menuliskan banyak hal. Yup!, mood menulisku sedang bagus sekali.

Aku memilih untuk tidak pergi kemana-mana hari. Cukup bersantai di kamar, menonton vlog milik Ellie dan Jared with their very adorable kids, atau tidur siang sedikit lebih lama. Libur panjang ini akan berakhir sebentar lagi dan aku belum tahu bagaimana sibuknya dunia perkuliahan. They told me about many tasks, homeworks and things like that. Jadi aku pikir tidak ada salahnya untuk bersantai (tidur) lebih banyak sebelum nantinya aku menyesal 😛 .

Tepat pada tanggal 17 September nanti, genap sudah satu tahun kami tinggal disini. Waktu berjalan sangat cepat. Nereden nereye. Tapi aku akan memberi tahu beberapa hal konyol tentang diriku sendiri terkait dengan ini. Sudah hampir setahun aku tinggal di Istanbul hingga sudah terbiasa dengan ramai dan macetnya. Aku sudah berkali-kali datang mengunjungi Sultanahmet a.k.a Blue Mosque. Tapi kali pertama aku mengunjungi Hagia Sophia adalah sekitar enam pekan yang lalu. Padahal Hagia Sophia letaknya berseberangan dengan Blue Mosque. Kamu bisa memandangi Blue Mosque dan setelah kamu membalikkan badan, kamu pun akan terpesona dengan kekokohan Hagia Sophia. Well, itu salah satu hal konyolnya.

Masih banyak orang yang keliru menyebut Hagia Sophia adalah Blue Mosque. Padahal dari tampilan depan pun keduanya sudah jauh berbeda.

image
Blue Mosque (atas) dan Hagia Sophia (bawah). (source: Google)

Kita tidak perlu membayar tiket untuk bisa masuk ke dalam masjid Blue Moaque. Syaratnya adalah menutup aurat dan menjaga ketertiban. Untuk pengunjung non-muslim biasanya bisa meminjam pakaian tertutup sebelum masuk ke masjid. Aku belum yakin apa mereka harus membayar untuk pakaian itu atau tidak. Tapi kebanyakan membawa sendiri pashmina yang kemudian mereka pakai sendiri sebagai tutup kepala atau rok ala kadar.

Kenapa disebut sebagai ‘Blue’ Mosque? Menurut Wikipedia dan beberapa website lain yang aku kunjungi, masjid ini dihiasi dengan 20.000 keramik yang berwarna biru. Sehingga orang-orang Eropa menyebutnya sebagai Masjid Biru.

image
Blue Mosque. (source: Google)

Masjid ini selalu ramai pengunjung. Bahkan ada kalanya kita harus antri panjang sebelum bisa masuk. Blue Mosque masih digunakan sebagai tempat ibadah aktif. Jadi, waktu kunjungan masjid akan ditutup untuk wisatawan ketika sudah masuk waktu shalat dan dibuka kembali beberapa saat setelah shalat berjamaah selesai dilaksanakan. Sama halnya seperti masjid-masjid lain.

Kalau kita bisa masuk ke dalam Blue Mosque tanpa harus membayar tiket, kita harus membayae tiket yang lebih mahal untuk bisa masuk ke dalam Museum Hagia Sophia. Tarif normalnya adalah 4o TL dari yang sebelumnya 30TL atau sekitar 150 ribu rupiah untuk sekali masuk. Tapi untuk mahasiswa seperti kami, dengan 40TL kami sudah bisa memiliki müzekart (kartu museum) yang berlaku selama setahun dan bisa digunakan kapan saja. Dan kartu ini juga digunakan di museum lain yang menerima kartu museum seperti Istana Topkapı, Museum Arkeologi, dan lain-lain.

Hagia Sophia berarti ‘kebijaksanaan suci’ (Holy Wisdom) dalam bahasa Yunani. Awalnya, Hagia Sophia dibangun sebagai katedral. Sampai pada tahun 1453 ketika konstantinopel ditaklukkan oleh Muhammad Al Fatih, Hagia Sophia diganti kegunaannya menjadi masjid dengan disingkirkannya bel, altar; ditutupnya mosaic bergambar Jesus, Bunda Maria, malaikat, dan orang suci kepercayaan umat Kristen; dan ditambahkannya mihrab, minbar, dan 4 menara.

Hagia Sophia digunakan sebagai masjid selama 478 tahun (1453-1931) sebelum kemudian ditutup untuk umum selama empat tahun dan dibuka kembali sebagai museum atas perintah Mustafa Kemal Ataturk (1935).(Source: Wikipedia)

Sekarang, kamu bisa melihat dua simbol dari dua agama yang berbeda berada  berdampingan dalam satu tempat yang sama.

image
Hagia Sophia. (source: Google)

Hagia Sophia memiliki dua lantai. Di galeri lantai atas, kita bisa melihat mosaik bergambar Yesus, Bunda Maria, dan lain-lain. Pengunjung bisa dengan leluasa mengambil foto disini. Namun, ada beberapa peringatan yang mengingatkan pengunjung untuk tidak mengaktifkan flash kamera ketika memotret.

Aku pernah dengar dari kakak senior kalau arsitek Hagia Sophia ingin membangun bangunan yang mengalahkan keindahan istana Nabi Sulaiman a.s.. Terwujud atau tidaknya keinginan itu, aku tidak tahu. Tapi Hagia Sophia benar-benar cantik dari luar dan dalamnya.

Terakhir aku berkunjung kesana, disisi bagian kiri sedang ada perbaikan. Jadi tidak begitu leluasa memotret bagian dalam dari pintu depan. Tapi, aku akan berkunjung lagi nanti. 🙂

Getting there:
Hagia Sophia dan Blue Mosque berada sangat dekat dari stasiun tramvay ‘Sultanahmet-Blue Mosque’

Esma, Istanbul
(Updated 5/01/2017)