Pengumuman Turkiye Burslari

İyi akşamlar 🙂

Sudah terhitung lewat satu bulan-satu minggu setelah deadline pendaftaran Turkiye Scholarship atau Turkiye Burslari 2016 ditutup. Tentunya banyak sekali di antara applicant yang masih menunggu dan bertanya-tanya mengenai hasil administrasi yang sampai saat ini belum diterima.

Dari pertanyaan-pertanyaan yang aku lihat di website sebelah (inaturk.com), tidak sedikit yang mulai berputus asa dan berpikir mungkin memang mereka belum berkesempatan diterima tahun ini.

Tahun 2014, kalau aku tidak salah ingat, deadline pendaftaran untuk jenjang S1 yang waktu masih dibedakan adalah tanggal 14 Mei 2014. Email hasil tes administrasi dikirim sekitar satu bulan kemudian dan aku menerimanya pada tanggal 16 Juni dengan undangan wawancara pada tanggal 21 Juni 2014. Pada email yang dikirim kepada applicant yang lolos pada tes administrasi akan langsung tertulis undangan wawancara beserta tanggal, jam, dan tempat yang telah ditentukan.

Adsız

Applicant yang belum lolos pun dikirimi email, walau aku juga pernah mendengar ada beberapa yang tidak dikirimi email sama sekali.

The point is, untuk kamu yang masih berharap besar kepada beasiswa ini dan merasa khawatir karena belum menerima email apapun, jangan cemas karena sampai sekarang memang belum ada applicant Indonesia yang menerima email. Jadi masih ada kemungkinan untuk kamu berkesempatan lolos dan bergabung bersama ribuan Turkiye Burslari Awardee lainnya disini.

Dan untuk kamu yang mungkin sedang dilema dalam memilih antara hasil SBMPTN yang sudah keluar dan hasil YTB yang masih mengambang, perbanyak berdoa dan minta petunjuk kepada Yang Maha Kuasa agar kamu tidak salah langkah dan menyesal nantinya.

Kami semua yang disini juga berharap agar email kepastian itu lekas tiba di Inbox teman-teman semua. Maaf sekali karena kam pun tidak tahu menahu alasan atau sebab kenapa email pengumuman untuk para applicant di Indonesia bisa sampai se-terlambat ini. Mari berharap saja semoga teman-teman bisa bergabung dengan kami disini.

Tetap semangat!
🙂

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus

“Allah dulu, Allah lagi, Allah terus”

Begitu kata Ust. Yusuf Manshur di salah satu ceramah beliau yang sudah lewat lama sekali. Pertama kali mendengarnya, hatiku bergetar. Sontak ber-wiih, merasakan sesuatu di hati yang berteriak setuju dengan kalimat pendek luar biasa itu. Langsung menjadikannya kata-kata penyemangat di sudut-sudut buku tulis. Sampai tidak lama kemudian terlupakan dan kembali teringat karena kembali merasakan manjurnya.

Hampir segala hal di dunia kita mengalami perkembangan tiap harinya. Hal-hal baru diciptakan dan yang sudah ada dibuat semakin menakjubkan kemampuannya. Tapi sekuat apapun manusia berusaha, belum ada yang bisa menjadikan sesuatu dalam satu malam. Belum ada yang bisa membawa mimpi-mimpi sesederhana ya Allah aku ingin punya hidung lebih mancung ke dunia nyata dalam satu kedipan mata.

Belum ada yang bisa membawa kita pergi ke masa depan ketika masalah-masalah kita yang memusingkan telah terselesaikan tanpa kita perlu melakukan apapun selain menekan tombol merah di dalam bilik kecil. Belum ada. Dan mungkin tidak akan pernah ada.

Ingatkah kita bahwa hal tersederhana di dunia ini pun memerlukan kemauan dan usaha kita. Sebungkus mie goreng tidak akan matang dengan sendirinya tanpa kita yang berkemauan berdiri, menghidupkan kompor dan memasak air. Sapu dan pel akan tetap berada di tempat sebagaimana pun kita menatap tajam dan memerintahkannya membersihkan tempat tanpa kita sendiri yang berhenti berlaku konyol dan mulai menggerakkannya dengan tangan kita. Setuju?. Selamat, kamu masih sadar bahwa kita tidak berada di satu dunia dengan Harry Potter, Matilda, atau lainnya.

Kita seringkali merasa terpuruk, berantakan, lelah karena banyak hal. Merasa sudah mengusahakan semuanya namun tidak membuahkan hasil apapun. Berharap kita bisa memejamkan mata dan melihat semuanya selesai setelah membuka mata. Ya, hampir semua kita pernah berharap begitu. Sayangnya, kemanjuran abrakadabra dan ranting kayu hanya sebatas imajinasi dalam kepala manusia.

Kita di dunia hanya memainkan peran yang menjadi penilaian bagi diri kita untuk kehidupan setelahnya. Sebagai anak, teman, ayah, ibu, rekan kerja, pemimpin, pengikut, dan berjuta peran berbeda lainnya.

Semua peran itu pun memiliki masalahnya masing-masing.
Seorang anak bingung bagaimana meningkatkan nilai di sekolah sekaligus dia juga harus membagi untuk membantu orang tua di rumah.
Seorang ayah memiliki masalah dalam mencari cara untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya dan tetap berbakti kepada ibunya.
Seorang ibu akan merasa bingung ketika tahu anaknya berulah, merasa usaha mendidiknya gagal.
Dan lain-lain. Kita pun tidak hanya mengemban amanah dalam satu peran. Sadarilah kalau kita memiliki begitu banyak peran di dunia ini.

Kita memanglah makhluk Allah yang lemah. Kita bisa melakukan banyak hal, membuat takjub banyak orang. Namun terkadang kita mudah sekali dikalahkan oleh isi kepala, sugesti kita sendiri. Terlalu membesarkan masalah, menyalahkan diri sendiri. Padahal yang terpenting bukan tentang masalahnya, tapi jalan keluarnya. Yang terpenting bukanlah terus menyalahkan diri sendiri untuk dosa-dosa, tapi bagaimana kisa berusaha istiqomah dalam bertaubat.

Kita memang lemah. Tapi kita punya Allah Yang Maha Segalanya. Kita hanya butuh kembali dan berlari mendekat. Kekeras kepalaan kita, cara kita yang salah dalam mencari ketenangan lah yang membuat kita malah semakin kewalahan dan berantakan.

“He’s the one who knows you best, He knows what in your heart. You’ll find your peace at last if you just have faith in Him”

Kata Maher dan Irfan Makki di salah satu lagunya. Kita diberi ujian karena Allah ingin mengangkat derajat kita dengan hanya bersabar, dan mendekat kepadaNya.

Kita seringkali diberi ujian terberat pada hal yang paling kita cintai. Karena Allah ingin kita sadar bahwa cinta kita kepada ciptaannya yang lain tidaklah boleh melebihi kecintaan kita kepadaNya. Karena Allah ingin mengingatkan kita bahwa cinta kita yang paling baik haruslah dipersembahkan kepadaNya, yang telah memberikan kita segala sesuatu di dunia ini.

Maka kapanpun kamu merasa gagal, lelah, janganlah putus asa. Karena hamba Allah tidak pernah didekati rasa hina itu. Kembali dan meminta kepadaNya, maka sungguh kita akan punya seluruh kekuatan yang kita butuhkan.

Kartal Sahil, 5 Mei 2016 (13:38PM)

Türkiye Bursları, Application and FAQ (Updated: 20/03/16)

Günaydın. Herkese selamlar 🙂

By the way, pendaftaran Turkiye Burslari (YTB) sudah dibuka sejak beberapa hari lalu (29 Februari 2016). Mungkin beberapa dari kalian sudah mulai mendaftar, ya? Atau masih ada yang masih berjuang melengkapi berkas?. Untuk yang sedang berusaha apply, semoga terus diberi kelancaran, ya sampai application-nya berhasil di-submit. Dan untuk yang masih kesana-sini mengurus kelengkapan berkas, jangan khawatir, masih ada banyak waktu.

Well, sudah sejak lama YTB melakukan perbaikan terus-menerus di website. Terbukti dengan pendaftaran yang benar-benar berbeda pada tahun ini jika dibedakan dengan tahun 2014, ketika aku mendaftar.

Pada tahun ini, di website tidak terdapat pilihan “APPLY” atau “Başvuru Yap”, tapi application dilakukan dengan meng-klik “Student Sign-In” pada deretan pilihan di bagian bawah. Jika kalian merasa bingung karena website berbahasa Turki, bahasa bisa dirubah ke bahasa Inggris dengan meng-klik bendera United Kingdom di pojok kanan atas.

başvuru
Setelah meng-klik “Student Sign-In“,
nm
Klik Register jika kalian belum pernah membuat akun ini sebelumnya. And what you’ll see is..
dJika kalian tidak bisa melihat dengan jelas tulisan-tulisan pada gambar diatas, disana ada Name, Middle Name, Surname, Gender, Nationality/Citizenship, Email, Password, dan Verification Code. Semua kolom wajib diisi kecuali bagian Middle Name. Jika nama kalian hanya memiliki satu kata, misal: Hartina (that’s my high school friend’s name anyway), kalian harus mengisi kolom Surname masih dengan nama kalian (Hartina Hartina) atau tulis nama ayah kalian (Hartina Imran).

Banyak sekali yang menanyakan soal permasalahan kepenulisan Name dan Surname ini. Tahun 2014, aku diberitahu untuk menulis ke-tiga kolom nama. Karena namaku hanya dua kata (Asma Hanifah), aku juga bingung bagaimana mengisi kolom surname dan seorang guru bilang, isi saja dengan nama ayah, dan namaku disini sekarang adalah Asma Hanifah Ahmad.

Nama di ijazah SMA kamu kan Asma Hanifah, apa ngga akan jadi masalah?
Pasti, kemungkinan akan terjadi masalah karena perbedaan nama ini pasti ada. Tapi untungnya, sampai sekarang, tidak ada masalah yang aku hadapi karena nama belakang. Dan semoga saja tidak sampai kelulusan nanti (Aaaamiiiin..)

Well, I talked much about name. So, let’s continue.
Untuk email, kamu boleh menggunakan email apa saja (Yahoo, Rocketmail, dsb), tapi dianjurkan untuk menggunakan Gmail dengan alasan yang aku tidak mengerti (sorry for that). Sama seperti dianjurkan untuk menggunakan Google Chrome untuk apply dengan alasan bahwa doi adalah browser terbaik dunia untuk saat ini.

Setelah selesai mengisi form di atas, kalian akan diminta untuk mengaktifkan akun lewat email yang langsung terkirim ke email kalian. Jadi pastikan kalau email yang kalian gunakan adalah email aktif (masih kalian gunakan atau tidak lupa password-nya)

th

Jadi, namaku disini adalah Alyana Hanifah. Walaupun form yang kalian gunakan adalah form Bahasa Inggris, email yang terkirim akan berbahasa Turki seperti di atas. Disana tertulis ucapan terima kasih karena telah memilih Türkiye Bursları, disarankan untuk membaca panduan mendaftar (Başvuru Kılavuz, ada di halaman depan website), dan untuk menyelesaikan proses pendaftaran, kalian harus meng-klik tıklayınız (EN: click here).

Selah itu, kalian akan log in ke dalam sistem  dengan email dan password yang tadi kalian tulis. Dan nantinya, akan tampak seperti halaman di bawah:

hdKalian harus mengisi semua yang ada di atas untuk bisa Submit. Tentu saja.

Seringkali terjadi kesulitan ketika mengunggah gambar. Jangan khawatir dan buru-buru, hal itu biasa terjadi karena beasiswa ini ditawarkan ke lebih dari 100 negara. Jadi ada ribuan orang yang mendaftar dan karena itu sistem kadang bermasalah. Tapi apapun itu, kalian jangan menyerah. Kalian bisa melengkapi bagian yang lain dan melanjutkannya lagi nanti.

Saatnya FAQ..
Sebagai penerima beasiswa YTB, secara tidak langsung kami adalah duta merka untuk menjawab banyak sekali pertanyaan teknis dan non-teknis mengenai beasiswa ini. Dan di antaranya adalah sebagai berikut. Semoga bisa menjawab pertanyaan kalian juga, ya

  1. Asma dari mana bisa tahu soal beasiswa Turki? Browsing sendiri apa udah punya channel disana apa gimana?
    Aku tahu soal beasiswa ini dari seorang guru yang waktu itu mengumpulkan seluruh siswa kelas 12 dan kemudian memberitahukan soal beasiswa ini (baca: You’ll Find The Way). Channel yang aku punya adalah kakak-kakak senior yang terus membantu menjawab pertanyaan hingga akhirnya kami tiba di Turki dan masih terus membantu hingga sekarang.
  2. Kamu pilih jurusan apa disana? Dan kenapa milih jurusan itu?
    Alhamdulillah aku disini kuliah S1 jurusan Jurnalistik di Istanbul University. Kuliahnya full Turkish. Susah? I’d frankly say YES. Tapi disitulah letak berjuangnya. Kalau banyak baca, menulis, banyak praktek bahasa, dan bertanya, semakin lama akan semakin baik.
    Kenapa Jurnalistik? Karena waktu itu aku sudah memilih Islamic Theology karena aku sekolah di pesantren waktu itu. Tapi entah apa masalahnya waktu itu tidak bisa submit dan Abi yang memang dari awal tidak setuju aku memilih Islamic Theoloy dengan alasan “Udah ke Turki, sekalian aja yang sosial..” akhirnya menyarankan Journalism dan voila.
  3. Ada tes apa aja?
    Untuk beasiswa ini kamu hanya harus mengisi form pendaftaran yang di dalamnya kalian mengunggah transkip nilai, sertifikat prestasi akademik, menulis esai, dan sebagainya. Kurang lebih satu bulan kemudian, kamu akan mendapat email pemberitahuan apakah berkas kamu diterima atau tidak. Jika diterima, akan langsung mendapat undangan wawancara di Kedubes Turki di Jakarta. Setelah itu barulah keputusan akhir apakah kamu diterima atau tidak.
  4. Apa aja yang ditanya pas wawancara?
    Biasanya akan ada tiga orang interviewer. Mereka akan bertanya soal diri kita, hobi, minat dan sebagainya. Lalu alasan memilih Turki, apakah apply ke tempat lain selain ke Turki, rencana kedepannya, dan lain-lain yang semuanya tidak jauh berbeda dengan esai yang ada di application.
  5. Apa harus pinter bahasa Inggris?
    Menurutku, untuk esai soal gramatikal bukanlah hal utama yang mereka lihat. Intinya adalah mereka bisa langsung memahami apa yang kamu maksud dari esai kamu. Dan untuk wawancara juga begitu, persoalan gramatikal bukanlah yang utama. Yang terpenting adalah kalian mengerti apa yang mereka tanyakan, mampu menjawab dengan baik, dan mereka pun bisa puas dengan jawaban itu.
  6. ID card seperti apa yang boleh digunakan untuk apply? Apakah wajib memiliki paspor?
    ID card yang dianjurkan untuk digunakan adalah KTP atau paspor. Tapi kalau belum memiliki keduanya, boleh menggunakan Kartu Pelajar atau bahkan Kartu Keluarga (seperti yang aku lakukan waktu itu).
    Karena baru apply, belum perlu buat paspor kalau memang belum ada.
  7. Bagaimana kalau hanya memiliki dua atau satu nama?
    Di form aplikasi, bagian First Name dan Last Name/Surname adalah wajib sedang  Middle Name tidak harus diisi, dan sepertinya yang pernah aku tulis sebelumnya, kalau kamu hanya memiliki nama dengan satu kata, kamu bisa menulis ulang nama kamu di bagian Surname, atau menuliskan nama ayah kamu. Tapi untuk jaga-jaga, tulis ulang saja nama kamu.Kalau nama kamu memiliki dua kata, tulis nama terakhir di bagian Surname.
  8. Essay yang harus ditulis soal apa aja?
    Biasanya, pertanyannya menyangkut hal-hal berikut:
    – Kenapa kamu memilih untuk melanjutkan studi di Turki?
    – Alasan kamu memilih jurusan, apa hal penting dari jurusan itu dan hubungannya dengan sekolah atau pekerjaan kamu sekarang. Dan apa kontribusimu disana nanti.
    – Rencanamu setelah lulus
  9. Wajib punya TOEFL ya?
    Untuk hasil TOEFL dan sejenis, itu adalah optional. Boleh dilampirkan, boleh juga tidak. Tapi jika jurusan yang kalian ingin jurusan yang berbahasa Inggris, lebih baik dilampirkan.
  10. Apa berkas seperti SAT dsb. wajib diupload di bagian Academic Qualification?
    Setelah kamu klik  Academic Qualification, langsung terlihat keterangan yang menjelaskan bahwa applicant yang memiliki berkas tersebut dapat menguploadnya disitu karena ada beberapa universitas yang menjadikan berkas-berkas itu sebagai persyaratan. Untuk tahu apakah universitas pilihan kamu mempersyaratkan itu atau tidak, langsung saja check ke website universitas masing-masing.
  11. Untuk rata-rata nilai minimal berapa ya?
    70% dari 100 untuk rata-rata semester dan transkip keseluruhan. Dan 90% untuk jurusan kedokteran dan sejenis. Tapi jangan langsung mundur karena rata-rata nilai, ya. Dicoba saja. Kita semua tidak ada yang tahu soal rejeki dan takdir, bukan?
  12. Bagaimana cara membuat transkrip nilai? Apakah harus mengunakan Bahasa Inggris?
    Satu: Jika kamu sudah lulus satu tahun sebelumnya, kamu boleh membuat transkrip 6 semester. Atau, tetap membuat transkrip 5 semester dan meng-upload ijazah kamu di bagian Diploma (yang berarti kamu tidak usah mengunakan Certificate of Sudent Status lagi)Dua: Jika kamu belum lulus, yang dibuat tetaplah transkrip 5 semester yang disahkan oleh sekolah.
    Tiga: Jika ada perbedaan mata pelajaran dari satu semester ke semester lain, tetap buat transkrip dalam satu tabel dan urutkan tiap pelajaran. Kalau pelajaran itu tidak ada pada semester tertentu, cukup dikosongkan saja.
    Empat: Transkrip nilai adalah rangkuman dari rapor kamu. Jadi tidak perlu mengunakan rapor lagi. Dan transkrip nilai dibuat dalam bahasa Inggris. Jika sekolah tidak memfasilitasi, berarti jadi tugas kamu untuk men-translate.
  13. Rata-rata nilai mana yang harus ditulis dalam transkrip nilai?
    Rata-rata tiap pelajaran, rata-rata tiap semester, dan rata-rata keseluruhan. Coba saja kamu cek di contoh-contoh transkrip nilai yang Google punya.
  14. Aku baru UN bulan April, sedangkan di application diminta ijazah. Itu gimana?
    Bisa menggunakan certificate of student status yaitu yang menerangkan bahwa kamu akan lulus pada bulan tersebut di tahun 2016. Ditanda tangani oleh kepala sekolah dan dibubuhi cap sekolah.
  15. Kalau belum mendapatkan ijazah, apa yang bisa menggantikan?
    Aku sudah menuliskan di postingan “Mari Bersiap” bahwa bagi mereka yang belum memiliki ijazah karena memang belum melaksanakan Ujian Nasional pada waktu pendaftaran, boleh menggunakan Certificate of Student Status (please ask Google for what is it or how to make it 😉 ) 
  16. Gimana cara bikin Cerficate of Student Status?
    We all know about this almost-knows-everything Uncle, right?. Yep! Uncle Google! 
  17. Apakah transkip nilai dan ijazah harus diterjemah oleh penerjemah tersumpah?
    Ketika mendaftar, tidak perlu diterjemah oleh penerjemah tersumpah. Kalau sekolah tidak memfasilitasi untuk membuat trankip bahasa Inggris, kamu cukup membuat sendiri dan minta disahkan kepada sekolah. (baca: Mari Bersiap)
    Barulah ketika nanti mengurus visa, kamu perlu berkas yang diterjemahkan oleh sworn translator.
  18. Kalau tidak punya sertifikat dalam bahasa Inggris, apa harus diterjemahkan?
    Tidak perlu. Tidak usah repot-repot. Memang yang dianjurkan adalah sertifikat yang berbahasa Inggris, tapi kalau tidak ada, pakai saja yang ada. Tidak usah dipaksakan 🙂
    Kalau kamu menanyakan apa yang aku upload waktu itu, aku mengupload sertifikat debat bahasa Inggris, Speech Competition, dan sertifikat penghargaan dalam sebuah Try Out. 
  19. Di bagian mana diploma dan transkrip nilai di-upload?
    Di bagian Education Information. Langsung kelihatan, kok, setelah di-klik.
  20. Apa rekomendasi harus diminta dari sekolah?
    Biasanya memang diminta dari kepala sekolah (untuk pendaftar S1). Kalau kepala sekolah tidak menyanggupi untuk membuat dalam bahasa Inggris, kamu buat saja sendiri dan langsung minta tanda tangan beliau disertai cap.
  21. Apakah surat rekomendasi pakai kop surat juga?
    Sepertinya tidak perlu. Cukup ditulis biasa dengan diberi judul “Recommendation Letter“. Karena yang mengeluarkan, kan, personal dan bukannya lembaga, ya. 
  22. Apa maksud Religious Belonging dan Ethnicity?
    Ya, ada yang bertanya tentang ini. Jadi, Religious Belonging tentunya adalah Agama kamu sekarang. Dan Ethnicity–menurut kamus–adalah etnisitas (sesuatu soal kelompok sosial). Ya, lagipula sudah ada banyak pilihan disana yang bisa kamu lihat dan membantu kamu dalam mengisi kolom tersebut.
  23. Apa kalau mata minus masuk ke Vision Disability?
    Menuruku, kalau minusnya sudah 8 ke atas, atau terdapat masalah di salah satu mata seperti katarak atau lain-lain, silahkan beri keterangan tersebut. Tapi kalau minusnya masih ‘cetek’, ya jangan lebay lah ya 😛
  24. Apa maksud Grade Type dan Grade?
    Dari yang aku ketahui adalah bahwa Grade Type adalah jenis penilaian yang sekolah kamu pakai. Misalnya 100, 10 dan lain sebagainya. Dan bagian Grade diisi dengan rata-rata nilai keseluruhan kamu.
    Kalau kamu menemukan informasi lain yang lebih akurat soal ini, tolong beri tahu dikolom komentar, ya.
  25. Apa maksud High School Type?
    High School Type adalah jenis sekolah kamu, misalnya SMK (Technical High School), atau Pondok Pesantren (Islamic Boarding School), atau Seolah Swasta (Private High School) dan lain sebagainya.
  26. Tips memilih jurusan dong
    Jangan memilih jurusan berdasarkan peluang yang ada. Beberapa pernah ada yang bertanya “jurusan apa yang paling mudah untuk diterima”. Jujur saja aku tidak menyukai pertanyaan sejenis itu. Seolah ingin kuliah dengan jurusan apapun, asalkan itu di Turki (what?). Lebih baik pilih jurusan yang sesuai dengan minat dan kemampuan.
    Ada yang bilang bahwa lebih mudah untuk diterima di universitas di kota-kota kecil seperti Sakarya, Kocaeli, Yalova, dsb. Tapi kamu akan memilih 12 pilihan. Pilih saja beberapa di antaranya di kota besar. Kemungkinannya tetap 50:50.
  27. Apa bisa banting setir pas milih jurusan? Misalnya dari IPA ke keagamaan
    Selalu ada kemungkinan untuk itu. Misalnya, aku sekolah di pesantren. Tapi ketika disini, aku diterima di jurusan sosial. Atau ada lagi temanku yang belajar di jurusan IPA ketika SMA dan menerima jurusan Political Sciences disini. Padahal dia hanya memilih satu pilihan untuk itu dan 11 lainnya adalah jurusan teknik.
    Yang diperlukan adalah kamu meyakinkan mereka bahwa kamu pantas dan cocok dengan jurusan itu.
  28. Apa ada jurusan keagamaan? Pakai bahasa apa?
    Ada. Islamic Theology atau Ilahiyyat. Di Turki belum ada penjurusan yang lebih spesifik untuk Tafsir Qur’an, Hadits dan sebagainya. Jurusan ini yang terbaik ada di Marmara University. Bahasa yang digunakan ada bahasa Turki, bahasa Inggris dan bahasa Arab, tergantung mata kuliahnya.
  29. Berapa uang yang diperlukan untuk berangkat ketika sudah diterima nanti?
    Waktu itu aku cuma membawa sekitar 3-4 juta rupiah. Cukup untuk satu bulan pertama ketika beasiswa memang belum diberikan. Keperluan awal yang penting adalah membeli nomor telepon, registrasi handphone, beli istanbulkart atau sejenis (kartu untuk hampir seluruh transportasi umum di Istanbul), mengurus ressident permit.
    İnşaallah aku akan menulis soal apa saja yang harus dipersiapkan ketika akan berangkat (terutama ke Istanbul).
  30. Apa visa harus diurus mulai sekarang?
    Tentu tidak. Pembuatan visa waktunya nanti ketika sudah positif lolos dengan menerima Kabul Mektubu atau Letter of Acceptance. Untuk sekarang, selesaikan saja dulu pengisian form aplikasi dan tunggu hasilnya.
  31. Apa aja yang ditanggung beasiswa?
    Sudah aku tulis di postingan sebelumnya (Mari Bersiap)
  32. Apa monthly allowance yang dikasih cukup?
    Cukup. Walaupun misalnya biaya hidup di kota besar seperti Istanbul mahal, masih ada sisa untuk ditabung. Apalagi kalau kamu bukan shopaholic atau bookworm yang maunya beli dan beli lagi. Untuk kebutuhan standar tiap bulan adalah uang transport, makan siang, dan pulsa.
  33. Apakah bagian Work Experience dan Academic Qualification  wajib diisi?
    Sederhananya, kalau kamu bisa submit, berari tidak harus. Tapi bisa jadi nilai tambah untuk form kamu. Dan kalau tidak bisa lanjut atau submit ketika dikosongkan, berarti wajib isi. As simple as that :).
    Tapi sebelum mulai mengisi kan ada petunjuk yang mengatakan kalau red exclamation mark berarti wajib, sedang yellow berarti optional.
  34. Apa berkasnya masih bisa diperbaiki kalau sudah submit?
    Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Kalau sudah submit, berkas yang sudah dikirim itu tidak bisa diperbaiki lagi.Baiklah, untuk sekarang mungkin cuma ini yang bisa aku tulis. Ada banyak sekali blog senior yang menjelaskan dengan detail soal beasiswa ini. Yang diperlukan adalah keaktifan kita untuk MEMBACA sebelum BERTANYA. Jangan menjadi orang yang berpola pikir “kenapa membaca kalau bisa bertanya langsung?”. Jadilah pejuang beasiswa yang mandiri!

Kalau ada pertanyaan lain yang tidak ada jawabannya di atas atau di blog/website lain, just simply write it on the comment below 🙂

Thank you.
Teşekkürler.
——
Visit:
http://www.turkiyeburslari.gov.tr (for application and information about studying in Turkey)
http://www.studyinturkey.gov.tr (for finding majors and universities that probably suit you)
http://www.inaturk.com (for informations about Turkey scholarships in Bahasa)

Read and know other Türkiye Bursları awardees’ stories:
putrianatasia.blogspot.com (Putri Anatasia-Gebze Tachnical University, Kocaeli)
hidaazahra.blogspot.com.tr (Khusnul Hidayah-Ege University, İzmir)
naeliltheclimber.wordpress.com (Naelil MaghfirohEge University, İzmir)
caughtinauranium238fission.blogspot.com

 

Menjadi Hebat

Hey, hello, there?
Aku baru saja menyelesaikan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kalian sampaikan di blog ini dan website sebelah (inaturk.com). Semua orang bersemangat untuk segera menyelesaikan pendaftaran dan menunggu undangan wawancara, sampai sebagian di antaranya berpikir bahwa ia tidak punya cukup waktu untuk membaca artikel atau postingan yang sudah ada dan langsung bertanya. Hmm..

Jadi, dari kebanyakan yang bertanya mengenai cara pengisian form aplikasi, ada juga yang bercerita bagaimana dia ragu karena nilai rapor yang ala kadar, minder karena tidak punya sertifikat prestasi akademik, atau karena merasa kemampuan Bahasa Inggrisnya tidak mumpuni untuk ikut mendaftar. Tidak sedikit. Ada banyak yang curhat soal hal-hal tersebut.

Memang ada kalanya ketika kita, manusia, merasa ragu untuk melakukan sesuatu dikarenakan alasan-alasan yang sebenarnya kita buat-buat saja. Misalnya ketika sedang mengikuti sebuah lombai, kita akan ragu dengan diri kita sendiri setelah melihat penampilan peserta lain dan berpikir, “udah lah. Pasti dia yang menang. Aku mah ngga ada apa-apanya” atau “mungkin seharusnya nanti, aku butuh waktu lagi untuk berlatih dan bisa menandingi dia” dan banyak lagi alasan lain yang kita buat-buat unuk meragukan diri kita sendiri. Untuk membuat kita merasa malu untuk maju dan menunjukkan kemampuan diri kita.

Satu hal yang salah dari kita: kita terbiasa berpikir bahwa apa yang kita lakukan adalah untuk menang. Untuk membayar jerih payah kita sebelumnya dan membanggakan orang sekitar dengan sebuah kertas bertuliskan nama dan sebuah piala. Kita berpikir sempit sekali dengan berpendapat bahwa sebuah kemenangan dan kebanggaan hanyalah sebatas itu. Kita berasumsi bahwa kegagalan adalah sesuatu yang memalukan, membuat harga diri dan kepercayaan orang lain menurun.

Kemenangan, keberhasilan adalah bagaimana cara kita memandang hal itu. Seperti ketika kita membuat kue untuk pertama kali, kita membeli bahan-bahan terbaik, mengikuti buku resep dan berharap kue kita nantinya akan persis seperti pada gambar. Semua langkah kita ikuti dengan hati-hati, hingga akhirnya kue siap dimasukkan ke dalam oven.

Kita menunggu dengan memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Hingga ketika kue kita keluarkan dari oven, ternyata hasilnya jauh dari yang kita ekspektasikan. Bentuknya berantakan, mengembang dengan tidak rata, dan rasanya pun–untuk tidak mengatakan ‘aneh’–sedikit berbeda. Tapi terlepas dari semuanya, itu tetaplah sebuah kue, walaupun sebuah kue ‘berantakan’. Kue yang gosong pun tetap kue. Dia hanya ‘gosong’. Lalu apakah kita sudah gagal? Hanya orang-orang yang dengan tega berpikir negatif tentang dirinya sendiri lah yang bilang bahwa percobaan ini gagal. Percobaan pertama ini berhasil. Ya, ber-hasil-kan kue–yang walaupun–hancur. Dan sebuah pelajaran.

e3666e3e234fd5cf9708288be0567953Yang terpenting untuk kita lakukan ketika sebuah usaha tidak berbuah manis sesuai dengan yang kita harapkan adalah berpikir positif. Terutama kepada diri kita sendiri. Jangan karena percobaan pertama gagal, kita lantas menyebut diri kita tidak berbakat dalam membuat kue. Kita harus mulai mengganti gagal menjadi belum berhasil. Kita harus berpikir bahwa dengan ke-belum berhasil-an tersebut, kita belajar untuk menjadi lebih baik setelahnya. Dan pada akhirnya, dengan belajar dari pengalaman ke-belum berhasil-an sebelumnya, kue yang akan keluar dari oven adalah kue yang bahkan lebih berhasil dibanding di buku resep. Dan orang-orang pun malah meminta kita untuk mengajari mereka.

Ketika kamu merasa belum berhasil, tertawa saja. Tertawakan kue gosongmu, tertawakan tulisan tidak ber-inti-mu, tertawakan saja mulutmu yang belum bisa menyebut vocabulary dengan benar. Kamu akan merasa terhibur dibanding kamu terdiam dan memikirkan bagaimana tidak becusnya kamu. Tapi jangan lupa untuk berpikir bagian mana yang harus kamu pelajari dan kembangkan agar kamu bisa menjadi lebih baik lagi.

Segala sesuatu di dunia ini relatif. Bagi seorang pedagang jalanan, mendapatkan 500 ribu rupiah dalam sehari adalah sebuah keberhasilan yang besar. Tapi apalah 500 ribu bagi seorang pengusaha besar?. Bagi seorang murid kelas 3 SD, berhasil menulis diary berbahasa Inggris sebanyak 5 lembar adalah sebuah kebanggaan yang sangat. Tapi apalah itu untuk seorang lulusan sastra Inggris?. Hal lain yang perlu kita miliki setelah menghargai dan berpikir positif soal diri sendiri adalah menghargai orang lain. Orang-orang seperti si pengusaha besar dan lulusan sastra Inggris baiknya berkata kepada pedagang jalanan dan anak kecil itu bahwa “suatu hari, kalau kamu terus berusaha dan tidak menyerah, kamu akan jadi seperti saya. Dan bahkan lebih baik”.

Mungkin ada saatnya kamu merasa lelah berusaha karena belum mendapat hasil yang kamu mau. Merasa lelah karena ada saja halangan untuk tiap usaha kamu. Jangan khawatir, bukan karena kamu belum berhasil pada satu hal maka kamu akan berhasil pada hal yang lain. Ada kemungkinan-kemungkinan tidak terbatas untuk tiap hal lain yang kamu coba. Berusahalah menjadi hebat, dan tetaplah menjadi hebat walau dengan ke-belum berhasil-anmu 😀

“I’m not smart, I barely passed high school. I had absolutely nothing going for me. I was never voted most popular or most likely to succeed. I started a whole new category–most likely to fail. But in the end, I did okay. So, if I can do it, you can do itRichard St. John

Bukan berarti mereka yang selalu berprestasi di sekolah akan jadi lebih sukses di banding mereka yang ‘tidak menonjol’ waktu di sekolah. Pun bukan berarti mereka yang ada di deretan peringkat terakhir tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk menjadi yang teratas. Semua bergantung bagaimana kita mempertahankan dan mengmbangkan kemampuan diri kita, serta menanam pola pikir bahwa keberhasilan, kemenangan, kesuksesan bukan soal piagam atau penghargaan. Tapi semua itu adalah tentang bagaimana kita tetap berani bangkit dan melanjutkan walau seberapa sering dan seberapa dalam kita terjatuh.

Ada banyak sekali tokoh-tokoh dunia dan sejarah yang namanya tetap diingat walau ratusan tahun setelah mereka meninggal karena hasil dari kerja keras dan pelajaran yang mereka tinggalkan. Pernah dengar tentang Liz Murray? Liz adalah seorang homeless yang berhasil memutar balik hidupnya dan berhasil mengenyam pendidikan di Harvard University. Kisah hidupnya dijadikan film dengan judul Homeless to Harvard pada tahun 2003. Di film tersebut Liz pernah berkata bahwa ia hanya perlu mendorong dirinya sedikit lebih keras untuk bisa mendapat apa yang ia impikan: keluar dari kehidupan tunawismanya. Dan Liz pun berhasil.

Bagaimana dengan Terry Fox? Seseorang yang salah satu kakinya diamputasi karena kanker tulang dan berkeinginan berlari melintasi Canada untuk mengumpulkan donasi. Apakah dia berhasil mewujudkan keinginannya untuk melintasi Canada?. Terry Fox terpaksa berhenti berlari sejauh 3,339 mil (5,573 km) dan menyisakan sekitar 1600an mil karena dia kembali terserang kanker di paru-parunya dan meninggal satu tahun setelahnya (Juni 1981).

Terry Fox tidak pernah menyelesaikan Marathon of Hope-nya. Lalu apakah Terry Fox gagal? Tentu saja tidak. Terry Fox sudah menginspirasi banyak orang dan sampai sekarang sudah ada lebih dari ratusan juta dolar tersalurkan atas namanya. Terry Fox berhasil dengan bentuk keberhasilan berbeda dari yang ia inginkan sebelumnya.

Dan ada banyak sekali orang-orang luar biasa di luar sana yang menjemput keberhasilannya dengan cara yang berbeda. Rasulullah SAW sebagai sosok yang wajib dijadikan suri tauladan bagi para Muslim pun adalah seseorang yang tidak pernah menyerah dalam memahamkan kaumnya tetang kebenaran Allah. Tetap sabar menerima cacian dan penghinaan, serta menerima dengan lapang dada kepergian sahabat-sahabat dan orang terdekatnya di medan perang. Mudah saja bagi Rasulullah untuk berdoa kepada Allah agar meng-Islamkan seluruh penduduk Mekkah. Tapi beliau tidak pernah mengambil jalan pintas itu. Karena beliau ingin kita belajar.

Semua orang sukses yang kita tahu bisa saja menyerah kapanpun ketika mereka merasa cukup lelah dengan semuanya atau bahkan tidak pernah memulai karena ragu akan diri sendiri. Seperti Liz Murray yang bisa saja menyerah atas mimpinya yang mustahil dan tetap hidup dengan kehidupan gelandangannya hingga sekarang.
Seperti Terry Fox yang bisa saja tidak pernah memulai Marathon of Life karena ibunya tidak mengizinkan dan kondisi kaki kanannya yang seringkali bedarah tiap kali latihan berlari sehingga tidak pernah ada donasi jutaan dolar tersalurkan atas namanya.
Seperti Richard St. John yang bisa saja benar-benar menahan dirinya karena ragu untuk memulai obrolan dengan Ben dari Ben & Jerry’s ice cream dan membuatnya tidak akan pernah berjumpa dengan ratusan tokoh terkenal dunia lain dan memotivasi orang lain.
Seperti Alan Turing yang juga bisa saja menghentikan proyek pembuatan mesin pemecah kode enigma karena keraguan dari orang-orang sekitarnya dan menyisakan waktu yang lebih lama untuk manusia menemukan komputer.
Atau seperti Rasulullah yang bisa saja menyerah dan mendo’akan keislaman semua orang di dunia dan tidak pernah mengajarkan kita tentang berusaha dan bangkit.

Mereka semua, orang-orang yang kita kenal hebat di dunia, bisa saja berhenti bahkan tidak pernah memulai mencoba. Tapi mereka tahu bahwa tidak ada kesuksesan yang instan.Tidak ada keberhasilan tanpa luka dan pengorbanan. Tidak ada kebanggaan tanpa babak belur merasakan pedihnya perjuangan terlebih dahulu.

Jadi, bagaimana pula kita dengan perjuangan yang tidak sebanding dengan mereka justru menyerah di awal atau berhenti melanjutkan?

Yang kita butuhkan adalah percaya kepada keputusan Tuhan, percaya kepada diri sendiri, berdo’a, dan bekerja sampai batas akhir kemampuan kita. Serta menguatkan diri untuk tetap bangkit dan mencoba walau sudah berapa kali pun terjatuh. Sempatkan pula waktu untuk menggali kembali motivasi dirimu dengan membaca biografi tokoh ataupun kisah-kisah Rasullah dan sahabatnya. Sebenarnya sudah banyak sekali sumber motivasi tersebar dimana-mana. Kita hanya butuh sedikit perhatian yang lebih untuk melihat dan belajar.

Terakhir..

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubah apa yang ada pada mereka” (Ar Rad:11)

See you on top, you soon-to-be-great-people!
🙂

 

*Images source: Google

Study in Turkey

Ada banyak sekali pertanyaan mengenai jurusan dan universitas. Apakah ada jurusan ini? Jurusan itu? Menggunakan bahasa apa? Dan lain-lain. Pertanyaan yang sama, disampaikan oleh orang-orang berbeda. Tapi tetap saja, kadang bosan saja rasanya menjawab pertanyaan dengan jawaban yang sama. Kadang berpikir “bukannya aku udah kasih tahu ke kamu, ya, kemarin?“. Jadi, sebagai usaha untuk menjawab semua pertanyaan tersebut sekaligus lah aku posting tulisan ini.

Menurut Wikipedia, sampai tahun 2015 terdapat 190 universitas di seluruh Turki. 114-nya adalah universitas devlet (pemerintah) dan 76 lainnya adalah vakıf üniversiteler (foundation üniversity) dan mungkin termasuk juga di dalamnya universitas swasta (I’m not sure yet about that). Türkiye Bursları sendiri memberikan beasiswa di 105 universitas di 55 kota di Turki.

Nah, untuk memudahkan dalam mencari tahu soal universitas dengan jurusan yang ada, The Council of Higher Education membut website khusus sebagai search engine universitas di Turki.

studyinturkey6

studyinturkey

Alamat webnya adalah studyinturkey.gov.tr.
Di website ini, kita bukan hanya bisa mencari tahu soal universitas dengan jurusan yang kita mau, tapi juga membaca hal mengenai sistem pendidikan Turki, program pertukaran pelajar, bahasa, visa, dan lain-lain.

Untuk memulai pencarian universitas, kamu tinggal menetik nama jurusan yang kamu mau di kolom What do you want to study?. Dan kamu bisa memberikan keterangan lebih spesifik berdasarkan bahasa, jenis universitas, kota, dan lokasi tepatnya, atau memilih not important yang berarti terserah, yang mana aja.

studyinturkey2Sebagai contoh, aku ingin mencari universitas-universitas dengan jurusan Jurnalistik. Aku ingin universitas pemerintah dengan jurusan Jurnalistik berbahasa Inggris, terletak di kota besar atau metropolitan, dan aku tidak mempermasalahkan letak tepatnya universitas tersebut. Lalu klik Find, dan..
studyinturkey3Oops! Ternyata tidak ada universitas yang sesuai dengan apa yang aku mau tadi. Kalian tetap bisa mengubah keterangan spesifik untuk mencari hasilnya. Tapi sekarang, aku memilih Not Important yang berarti aku tidak mempermasalahkan bahasa, jenis, ataupun lokasi universitas tersebut.

studyinturkey4studyinturkey5Dan ternyata ada 24 universias yang memiliki juursan Jurnalistik. Dari semua hasil ini, kita bisa langsung membaca lebih lanjut profil-profil universitas yang ada.

stysty2Dan selesai. Mudah sekali, bukan?

Baiklah, semoga dilancarkan segala usahamu, ya Pejuang!. Semoga kita bisa bertemu di sini suatu hari nanti :D. Görüşürüz!

15.49, 5 Maret 2016
Avcılar-Istanbul

Dunia (Masih) Berdarah

Baru saja dua hari yang lalu terjadi sebuah serang bom bunuh diri di kawasan Sultanahmet a.k.a Blue Mosque yang menewaskan 10 orang warga asing serta membuat sedikitnya 15 orang luka-luka. Serangan bom ini terjadi pada pagi hari sekitar 10.20, menurut media setempat. Media internasional banyak yang langsung memberitakan kejadian ini. Dan sayangnya, media Indonesia yang entah memang terlambat mendapat beritanya atau memang sengaja memperlambat berita karena alasan perlu waktu untuk mengumpulkan berita dari narasumber atau sebab lainnya, baru memberitakan hal ini satu hari setelahnya.

Dunia kembali berkabung atas meninggalnya para korban. Aku bercerita di akun Facebook-ku bahwa pada hari ketika serangan bom terjadi, aku sedang berada di kelas mengerjakan ujianku hari itu. Aku sedang tidak punya kuota internet dan tidak bisa tersambung ke  WiFi kampus untuk bisa langsung tahu soal serangan ini dari teman di grup Whatsapp atau semacamnya. Pukul 10.00 ujianku dimulai, dan aku menyelesaikannya sekitar 30 menit kemudian.

Aku pulang sendirian seperti biasa. Ketika sudah tiba di stasiun tramvay “Beyazıt-Kapalıçarsı (Grand Bazaar)”, aku melihat banyak orang berkumpul. Suasana saat itu tidak terasa biasa. Ada sesuatu yang terjadi, pikirku. Ditambah lagi ada banyak sekali ambulan yang hilir-mudik dengan suara sirine yang semakin menambah ketegangan. Dan lalu aku melihat sebuah mobil hitam yang hancur bagian depannya sedang diangkut ke mobil derek. Aku pikir keramaian hari itu disebabkan oleh sebuah kecelakaan lalu lintas dan kebetulan saja sedang banyak ambulan yang lewat.

Ketika aku tiba di tempatku biasa belajar, seorang temanku menelpon, menanyakan keberadaanku, dan kemudian memberi tahu mengenai bom itu. Setelah tersambung ke koneksi internet, aku langsung membuka lama berita setempat dan mendapati bahwa serangan bom kali ini lumayan serius. Sejenak aku baru sadar kalau itu terjadi di tempat yang biasa aku kunjungi. Terutama setelah selesai ujian.

Aku tidak bisa membayangkan seumpama aku menyelesaikan ujianku lebih cepat dan memutuskan untuk berjalan-jalan ke Sultanahmet. Aku tidak bisa membayangkan jika aku berada di dekat lokasi kejadian dan …
Atau melihat jasad para korban ledakan? Aku bisa-bisa pingsan atau muntah-muntah di tempat.

Jarak dari kampusku, dekat Grand Bazaar menuju Kawasan Sultanahmet hanya sekitar 10-15 menit berjalan kaki. Dekat sekali. Tapi suara ledakan bom yang katanya bisa di dengar bahkan dari jarak 5-6 km tidak terdengar oleh kami yang sedang berada di kelas saat itu. Tapi ledakan bom itu berada dekat sekali.

Aku memutuskan untuk tidak membagi postingan mengenai bom itu dari akun Facebook karena takut orang tuaku akan jadi sangat khawatir. Walaupun aku tidak sedang berada dekat sekali dengan lokasi ketika itu terjadi. Hingga malam hari, aku masih mengobrol santai dengan teman-teman dan orang tuaku di Indonesia. Keesokan harinya, barulah ‘keramaian’ memenuhi notifikasi handphone-ku. Termasuk pesan dari orang tua yang langsung menanyakan keadaanku.

“Kamu baik-baik aja kan??, Abi sama Ummi baru baca soal bom di Sultanahmet itu”
“Eh, katanya di Istanbul ada bom? Kamu gimana??”
“Asma, di Istanbul ada apa?? skype-an yuk”
Dan lain-lain.

Aku merasa bersyukur aku tidak sedang berkunjung ke Sultanhamet hari itu. Bersyukur karena tidak menyelesaikan ujian dengan cepat dan berniat main ke Sultanahmet. Bersyukur bahwa bom itu bukan bom yang besar. Bersyukur karena tidak ada teman atau orang yang aku kenal yang jadi korban. Dan bersyukur karena bom tidak meledak di dalam Sultanhamet atau Aya Sofya.

Tapi aku ikut bersedih karena ledakan itu telah merenggut nyawa orang-orang tidak berdosa. Orang-orang yang datang untuk berlibur dengan bahagia. Pun bersedih karena sekaratnya rasa kemanusiaan dan semakin minimnya rasa aman dan damai yang kita kita punya.

Dan hari ini, berkelang dua hari setelah kejadian bom di Sultanahmet, ketika dunia masih berkabung, kawasan ibukota Jakarta sedang mengalami teror yang dilakukan orang-orang yang entah atas dasar dan tujuan apa.

Timeline Ask.fm, Facebook, Twitter, dan media sosial lainnya dipenuhi dengan kabar ini. Saling menghimbau untuk tetap berjaga-jaga dimanapun berada. Semoga teman-teman dan saudara kita yang berada disana tetap dalam keadaan aman.

Selama kita masih hidup dalam satu dunia yang sama dengan orang-orang itu, tetaplah berhati-hati dan terus mengingat Allah. Karena sejatinya, kita sedang berada dalam antrian panjang kematian, bukan? Hanya Allah yang tahu akan seperti cara-Nya memanggil kita nanti. Dan semoga ketika saatnya telah tiba, kita sedang dalam keadaan mengingat Allah.

Dan marilah untuk tidak memposting foto para korban. Bayangkan saja jika yang ada difoto adalah teman atau anggota keluarga kita. Apa kita mau semua orang melihat jasadnya yang meninggal mengenaskan? Cukuplah kita tunjukkan belasungkawa kita dengan cara yang baik.

Mari berdo’a tidak hanya untuk tempat-tempat tertentu yang telah atau masih diserang, tapi juga berdo’a untuk kemanusiaan dan dunia tanpa terorisme. Mari berdo’a untuk hati orang-orang tak berperikemanusiaan agar lekas disadarkan. Mari terus berdo’a karena hal serupa dapat terjadi dimanapun, bahan di tempat paling aman yang pernah kita pikirkan.

Mari Bersiap

Günaydın 🙂
Masih pukul 3.37 pagi disini. Tapi mata yang tadi dipaksa melek, sekarang sudah susah diajak terpejam lagi. Dan juga, merasa semangat sekali mengetahui pendaftaran beasiswa Türkiye Bursları (YTB) besar kemungkinan akan dibuka dalam waktu dekat, sehingga memutuskan untuk berbagi beberapa hal disini.

Tahun 2014, seingatku pendaftaran dibuka antara pertengahan bulan Aprıl dan Mei, tahun 2015 dibuka antara bulan Februari-April, dan untuk tahun ini kita semua masih menunggu kapan resmi dibukanya pendaftaran ini. Jadi, untuk kalian yang sedang menunggu, sudah tahukah hal apa saja yang harus dipersiapkan? sudah seberapa siapkah kalian?. Sudah banyak blog dari para senior yang mengulas soal persiapan pendafaran beasiswa YTB ini, tapi aku juga ingin ikut berbagi hal yang aku tahu disini.

Sebelumnya, mari kita bahas secara singkat mengenai Apa itu YTB?

YTB (Yurtdışı Türkler ve Akraba Topluluklar Başkanlığı) atau juga dikenal sebagai  Türkiye Bursları (turkiye burslare) adalah sebuah program beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah Turki dan ditujukan kepada pelajar-pelajar asing untuk tingkat sarjana, master, doktoral, dan juga program research. Program beasiswa ini membuka pendaftaran setiap awal tahun, dan memberi kesempatan kepada seluruh pelajar asing untuk menjadi salah satu dari 12.000 penerima beasiswa untuk melanjukan studinya di 105 universitas di 55 kota di Turki.

Beasiswa ini meliputi kursus bahasa Turki selama satu tahun, biaya kuliah, makan dan asrama, monthly allowance (600 TL untuk undergraduate,  850 TL untuk master dan 1200 untuk doctoral students), asuransi kesehatan, dan tiket pergi serta pulang (setelah lulus).

Ada beberapa persyaratan yang diperlukan untuk mengisi form aplikasi YTB sesuai dengan jenjang pendidikannya. Tapi karena berhubung aku adalah penerima beasiswa untuk undergraduate level, yang akan aku tuliskan akan terfokus kepada persyaratan pendaftaran khusus undergraduate level. Jadi, apa saja yang diperlukan?

  1. ID Card
    ID Card atau kartu identitas ini bisa berupa kartu pelajar, kartu tanda penduduk (KTP), atau paspor. Hanya perlu untuk memilih salah satu diantaranya. Kartu identitas yang kita punya harus di-scan dan kemudian disimpan dalam format file “.pdf” untuk bisa diunggah ke form aplikasi.
  2. Transkip nilai 
    Untuk pelajar yang baru akan lulus pada tahun itu, diharuskan untuk mempersiapkan transkip nilai 5 semester dengan rata-rata minimal 70. Cara membuatnya?, jika sekolah tidak menyiapkan transkip nilai ini, kamu tinggal membuat tabel yang kemudian diisi dengan nama pelajaran serta nilai dari semester 1-5 dan juga rata-rata untuk tiap semester dan keseluruhan. Jangan lupa untuk menyertakan nama, student number, dan jurusan kamu di sekolah di atas tabel, dan logo serta nama sekolah di kepala surat seperti surat resmi biasanya. Berkas transkip kemudian ditanda tangani oleh kepala sekolah dan diberi cap. Lebih baik jika berkas tertulis dalam bahasa Inggris.Dan untuk applicant  yang sudah lulus setahun sebelumnya dan sudah mendapakan ijazah, boleh memasukkan transkip 5 semester saja atau 6 semester (berdasarkan pengalaman teman). Berkas ini juga harus dalam format file PDF.

     

  3. Certificate of Student Status/Ijazah
    Certificate of student status hanya digunakan oleh applicant yang baru akan lulus. Di dalam surat itu menerangkan bahwa kamu adalah siswa dari sekolah tersebut yang akan lulus pada tahun itu. Berkas ini juga ditanda tangani dan diberi cap sekolah. Sedang applicant yang sudah lulus pada tahun sebelumnya maka akan menggunakan ijazah yang tidak harus diterjemahkan.
  4. Essay
    Essay akan ditulis langsung di form aplikasi (tergantung pada kebijakan yang dipakai nantinya). Biasanya kamu akan diminta unuk menuliskan tentang hobi dan minat kamu, alasan memilih Turki, alasan memilih jurusan dan keterkaitannya dengan pendidikan sebelumnya, serta rencana kamu setelah lulus dari Turki nanti. Semua dalam bahasa Inggris (atau Arab). Esai dibatasi maksimal 1000 karakter per pertanyaan. Saranku, tulis saja apa adanya dengan tanpa banyak basa-basi. Paragraf pendek yang padat dan jelas isinya akan lebih baik dibanding kamu ‘habiskan’ 1000 karakter untuk menceritakan hal yang kebanyakan tidak jelas atau bahkan tidak penting.
  5. Recommendation Letter
    Surat rekomendasi yang bisa diminta dari siapa saja (berkaitan dengan sekolah terutama).

Itulah hal-hal penting yang nantinya sudah harus siap ketika kamu akan mendaftar. Ada juga hal-hal lain yang sifatnya optional atau tidak diwajibkan seperti sertifikat prestasi akademik, hasil tes TOEFL dan sejenis, dan lain-lain. Untuk informasi lebih lengkapnya bisa kamu baca sendiri di website resmi YTB sendiri.

Pendaftaran hanya bisa dilakukan secara online di website resmi YTB. Untuk langsung tahu ketika pendaftarannya dibuka, kamu bisa follow akun Twitter atau like halaman Facebook-nya. Selagi menunggu, perbanyak berdoa, dan minta restu orang tua. Online application dibuka dalam jangka waktu satu bulan. Jadi jangan terlalu panik. Kamu masih punya waktu.

Dan juga, luruskan lagi niatmu. Untuk apa kamu kesini? apa tujuan yang pertama kali terlintas di kepalamu tiap kali orang bertanya? karena segala sesuatu berdasarkan dengan niat, bukan?. Kalau dari awal niatnya sudah salah dan tidak serius, baru satu bulan saja mungkin sudah berat sekali. Beasiswa yang ditawarkan ‘menggiurkan’ sekali memang, tapi untuk mengusahakannya, keinginan kuat saja tidak cukup, butuh usaha dan pengorbanan.

Jangan takut untuk melangkah dan mencoba dengan alasan nilai rata-rataku ngga mencukupi, kemampuan bahasa Inggrisku jelek banget, aku ga yakin aku bisa, dan blabla alasan lain yang ada-ada aja. Hal paling besar dan kuat yang menutupi jalan manusia adalah ketakutan dalam dirinya, padahal terkadang dia sendiri tidak sadar benar untuk apa dia takut. Kesempatan hanya akan datang satu kali. Jadi manfaatkan itu selagi, dan semaksimal yang kamu bisa. We can make if we try. Dan ketika kamu sudah berani melangkah, jangan ragu untuk meneruskan. Teruskan sampai benar-benar tidak ada lagi yang bisa kamu lakukan. Usahakan!.

Selamat bersiap-siap, Pejuang!. Semoga ada kesempatan bagi kita untuk bertemu langsung disini, ya. Semoga dipermudahkan dan diberkahi semua usahamu. Türkiye’de görüşürüz, inşaallah 😉

———–
Website resmi YTB: http://www.turkiyeburslari.gov.tr

White Town

(sumber gambar: Google)

“Salju sedang di perjalanan ke Istanbul, sodara-sodara. Malam ini sampai, insyaallah”
Seorang teman membuka pembicaraan di grup Whatsapp. Sudah dari beberapa hari sebelumnya sudah bisa diketahui dari prakiraan cuaca kalau pada akhir tahun Istanbul akan berselimut putih. Itu hanya ramalan cuaca, mesin dan manusia yang bekerja. Bisa jadi ramalan itu salah. Bagaimana pula salju akan turun dalam waktu dekat dengan suhu se-‘hangat’ ini?, gumamku sepanjang perjalanan pulang menuju asrama.

They said it will be snowing tonight,” ujarku pada teman satu kamar.
Yeah, I saw the weather forecast and it says it will be snowing. But I don’t know
I’m not sure it will be snowing tonight cause I didn’t even feel cold today
Yeah

Tapi ini tentang cuaca Istanbul yang terkenal dengan kız gibi-nya. Kız gibi, seperti seorang gadis. Labil maksudnya, seperti gadis yang mood-nya bisa berubah cepat dalam satu waktu. Karenanya, tidak jarang cuaca Istanbul membawa kejutan. Kejutan menyebalkan seperti ketika langit cerah yang tertutup awa mendung dan disusul hujan beberapa saat kemudian, misalnya. Tapi, kejutan biasanya lebih tepat digunakan untuk hal positif bukan?. Kemarin, pada 30 Desember 2015 adalah salah satu hari ketika cuaca Istanbul membawa kejutan menyenangkan. Kejutan yang sudah lumayan lama ditunggu, ditanya-tanya kapan datangnya.

Hari itu adalah ujian final hari terakhir, ada dua ujian yang salah satunya dimulai pada pukul 10.00 pagi. Aku berangkat awal karena jarak asrama menuju kampus yang lumayan jauh. Selesai sarapan, aku melihat ke luar pintu kaca asrama. Tidak ada apa-apa. Masih sama saja seperti kemarin. Ramalan cuaca itu meleset sekali, mana ada salju turun malam tadi? Langit bahkan terlhat cerah diluar, batinku sambal melangkah keluar.

Udara memang lumayan dingin, hidung dan mulut bisa meneluarkan asap ketika berbicara, tertawa, bahkan ketika bernafas. Mungkin Si Putih akan datang malam ini, atau mungkin esok. Tapi, setibaku di sebuah halte bernama Cevizlibağ, tempatku berpindah kendaraan dari metrobüs ke tramvay, langit sudah terlihat mendung, butiran es kecil mulai turun. Pelan. Sedikit. Tapi dalam sekian menit sudah menghujani kerumunan orang disana, termasuk aku yang kebetulan tidak mengenakan jaket ber-hoodie. Rasanya sama saja dengan dihujani dengan milyaran tetes air dari langit. Bedanya, dengan hujan es atau salju, tubuh kita tidak akan langsung basah, hanya dipenuhi butiran kecil dari atas ke bawah.

Sepanjang perjalanan, aku melihat keadaan yang sama diluar. Orang-orang menutup kepala dengan tas, hoodie jaket, syal, dan ada pula beberapa yang membawa payung. Tapi setibaku di stasiun tramvay Beyazıt-Kapalıçarşı (Grand Bazaar) yang dekat dengan kampusku, hujan es sudah berhenti. Benar-benar berhenti. Bahkan terlihat matahari bersinar dari balik gedung disana. Cuaca Istanbul ini benar-benar.

Ujian pertama selesai, ada waktu 1 setengah jam sebelum ujian kedua dimulai. Aku dan beberapa teman sesama yabancı (foreigner) memutuskan untuk duduk di sofa lantai bawah. Mengobrol, membicarakan ujian sebelumnya, sambil kembali membaca materi pelajaran. Dan tiba-tiba..

Bak! Kar yağıyor!,” seseorang berkata sambal melihat ke luar jendela besar. Aku spontan ikut menoleh keluar. Benar saja, hujan es sedang turun lumayan deras di luar. Dahan pepohonan yang ‘gundul’ tanpa daun bergoyang kencang ditiup angin. Orang-orang yang masih berada diluar menyegerakan diri masuk ke dalam gedung untuk menghangatkan badan. Well, hujan es berbeda dengan hujan salju karena es lebih padat, sedang salju lebih ringan. Tapi keduanya sama menakjubkannya.

Jadilah hari itu, sehabis makan siang di ruang makan kampus, aku dan seorang teman dari Filipina yang kelihatan lebih excited dengan salju ini, bermain-main sebentar sambil merekam beberapa video dan kemudian pulang. Pipiku mulai memerah, tangan mulai terasa kaku, dan hidungku mulai ‘menangis’ karena dinginnya udara saat itu.

Salju di Istanbul tahun ini memang datang terlambat. Tapi prakiraan cuaca mengatakan kalau badai salju di beberapa wilayah pada tahun ini akan jadi lebih parah dibanding tahun sebelumnya. Di kota-kota lain yang sudah lebih dahulu dihujani salju, suhu udaranya bahkan bisa mencapai -20 derajat. Entah bagaimana orang-orang disana bisa bertahan dengan udara se-ekstrim itu. Di Istanbul yang baru bersuhu -2 derajat saja sudah merepotkan sekali rasanya. Bayangkan saja, kamu harus mengenakan jaket, syal, dan boot lengkap hanya untuk membeli sesuatu dari toko kecil yang sebenarnya hanya berjarak 10 langkah dari pintu asrama. Wuff..

Hari kedua turunnya salju, jalanan, atap-atap bangunan, pinggir jalan, mobil yang terparkir, semua sudah tertutup salju tebal. Semuanya sudah tertutup ‘selimut’ putih dingin. Cantik sekali. Tempat-tempat terlihat bersih. Beberapa anak kecil yang berpakaian tebal lengkap sedang bermain lempar bola salju diluar. Beberapa terbahak-bahak melihat temannya terpleset jalanan yang saljunya yang sudah mencair.

iki-bolgede-yogun-kar-yagisi-NDQ0N

(sumber: Google)

Setelah beberapa tahun, akhirnya pergantian tahun ini menjadi pergantian tahun yang berbeda dengan white new year’s eve atau malam tahun baru yang putih. Di malam tahun baru pun, salju masih turun dengan lebat. Jalanan yang tadi baru dibersihkan dengan sekop, dalam beberapa menit sudah tertutup es lagi. Kembang api yang dihidupkan pun tidak terlihat jelas keindahannya karena tertutup kabut dan langit mendung. Mana ada acara bakar-bakar sate atau jagung diluar rumah.

Yang membuat musim dingin berbeda adalah turunnya salju. Tiap kali salju turun di atas kepala, kamu akan merasakan hal itu seolah memiliki kekuatan magis yang membuat kamu terdiam menatap keindahannya tanpa sadar kalau pipi dan tanganmu yang tidak tertutup mulai memerah. Dan kebahagiaan yang terpancar dari kebersamaan ketika bermain bola salju atau membuat boneka salju membuat kekuatan magis itu semakin kuat. Kamu mungkin tidak akan sadar kalau ternyata dari tadi kamu tersenyum melihat sekeliling.

Tapi, tidak ada yang benar-benar sempurna dengan segala apapun di dunia ini. Ada kekurangan dan kelebihan dari masing-masing hal yang telah Allah ciptakan untuk membuat manusia semakin belajar dan bersyukur.  Bermain salju, merasaka kepingan lembut kepingan salju jatuh ke atas tubuhmu tidak selalu terasa menyenangkan. Ada kalanya ketika kamu merasa kesal sekali dengan suhu dingin yang ada, jalanan licin yang membuatmu sulit berjalan atau bahkan terjatuh beberapa kali, dan ketidak-menyenangkan lainnya.

Ada banyak sekali teman di tempat lain yang bilang iri sekali, ingin juga merasakan salju dan menyentuhnya dengan nyata. Tidak ada salahnya dengan berharap begitu, asal jangan sampai hal itu membuat kita berhenti bersyukur dengan apa yang sedang kita rasakan. Selalu lah memandang sesuatu dari dua sisi agar kita selalu sadar dengan kurang dan lebih-nya segala sesuatu yang ada ini.

Dengan turunnya rombongan Si Putih Cantik dari langit ini, Allah mengaruniakan kepada manusia kebahagiaan, kehangatan, kebersamaan, dan sentilan lembut untuk kembali bersyukur kepada-Nya. Dan manusia harus mendapatkan semua itu dengan mempelajarinya sendiri. Ada yang dari awal sudah merasa bahagia–tersenyum sambil kepala mendongak dan kedua tangan menengadah.

Ada pula yang merasa kesal, berjalan cepat dengan kaki menghentak lebih keras, bergumam aku jadi harus berangkat kerja dengan kebekuan ini setiap hari. Dan satu yang mungkin tidak menampakkan ekspresi yang mudah terbaca manusia, hanya menatap turunnya keindahannya itu dengan wajah datar, tidak mempedulikan orang lain yang lewat disamping, depan, dan belakangnya. Tidak peduli beberapa dari mereka bahkan dengan keras menabrak tubuhnya hingga hampir terjatuh. Tidak peduli mereka beteriak menyumpahinya yang menghadang jalan. Tidak peduli. Hanya mampu bergumam, datang lebih akhir saja tidak bisa kah? Si Kecil bahkan belum memiliki jaket hangat yang layak.

Angin dingin berhembus.
Salju tetap turun.

Amazing, Just The Way It Is

8 derajat, batinku membaca prakiraan cuaca hari itu. Tidak terlalu dingin sepertinya. Tapi angin tetap berhembus membawa hawa dingin. Menelisik ke dalam sela-sela jaket dan baju hangat orang-orang. Sinar matahari juga tidak bisa berbuat banyak. Hangatnya tidak sampai ke tubuh.

Orang-orang di dalam metrobus sedang sibuk dengan urusan masing-masing. Termasuk diriku yang juga sibuk sendiri. Sibuk mengamati jalanan ramai yang tiap hari kulewati. Tidak ada yang berbeda. Tapi mataku asyik saja mengamatinya.

Metrobus yang terus berjalan melewati halte-halte yang dipenuhi orang-orang. Satu dua memaksa masuk. Mendorong tubuh kecilku yang akhirnya bingung mencari pegangan. Terhimpit orang-orang besar sedang halte tempatku turun masih lumayan jauh.

Hal yang biasa merasakan tubuh terhimpit begitu disini. Semua orang terburu-buru. Semuanya dikejar waktu sedang metrobus yang lewat seringkali sudah penuh sekali isinya. Metrobus kosong di beberapa halte pun diperebutkan orang-orang dewasa yang saling dorong berebut tempat duduk. Mereka lebih terlihat seperti anak-anak berebut gulali warna-warni. Sudah tidak peduli lagi apa yang tadi terkena siku atau tidak sengaja terinjak. Yang penting gulalinya dapat. Yang penting bisa duduk sepanjang jalan.

Dan itu baru metrobus. Kota ini bukan ibu kota negara. Tapi kadang ramai dan macetnya sudah lebih dari cukup untuk merusak mood seharian. Semua orang datang. Semua orang pulang-pergi memenuhi kendaraan umum manapun tiap harinya. Metrobus, tramvay, metrotren, marmaray, ferryboat. Dari pagi, siang , sore, sampai ke malam. Tidak ada habis-habisnya penumpang yang datang. Gadis pendek sepertiku sedikit banyak sudah terlatih dorong-dorongan. Satu-satunya cara untuk bertahan agar tidak terhimpit hingga sulit bernapas.

Dari metrobus, aku harus berganti kendaraan ke tramvay, kereta listrik, untuk bisa tiba di kampus. Tramvay lebih cepat dibanding otobus (bus) yang berbagi jalan dengan kendaraan pribadi lain. Berbagi jalan sama dengan berbagi kemacetan. Dan nasibku di dalam tramvay lebih baik. Karena naik dari stasiun terakhir, biasanya akan ada banyak tempat duduk kosong. Tapi itu pun bergantung kepada berapa banyak penumpang yang menunggu di stasiun. Banyak jumlahnya? Maka tanpa komando lagi tubuh sudah sigap bersiap dorong-dorongan.

“Merhaba,” tepukan pelan membuatku kaget. Menyadarkanku yang dari tadi sibuk memikirkan banyak hal yang terus saja bersambung dari satu ke yang lain.
“Ah, merhaba,” dia tersenyum, seorang ibu-ibu yang kelihatan sedikit lebih tua dari Ummi. Aku membalas senyumannya. Melepas headset dan mematikan lagu. Ibu itu menawarkanku duduk. Lama sekali ternyata aku melamun hingga tidak sadar kalau isi metrobus sudah berkurang setengahnya.

“Asal kamu dari mana?,” tanyanya berbahasa Turki. Senyumannya hangat sekali.

“Hmm, Indonesia,” jawabku. Sekali mengulang karena si ibu kurang mendengar jelas. Dan rautnya kemudian berubah mendengar ‘Indonesia’. Bilang banyak sekali bertemu orang Indonesia di Mekkah dan semuanya ramah dan baik sekali. Aku tersenyum malu-malu dan berterima kasih menanggapi pujian si ibu.

“Apa kamu bersekolah disini?,”

“Ya, di Istanbul University. Jurusan Jurnalistik,”

“Wah, kau ingin jadi seorang jurnalis rupanya,” si ibu mengelus kepalaku.

“Bagaimana? Kamu suka Istanbul? Disini ramai sekali, bukan?,”

“Hmmm ..” macet, dorong-dorongan, asap rokok dimana-mana, tidak ada gerobak bakso keliling, ramai, berisik

“Hmm, ya. Tapi walaupun ramai, aku sudah sangat mencintai Istanbul, Bi. Istanbul adalah kota yang cantik sekali!.”

Ya, dimana lagi aku bisa merasakan sejarah dengan berdiri sedekat ini dengannya? Dimana lagi aku bisa berkeliling sesukaku dan melihat keindahan sana-sini? Dimana lagi aku bisa merasakan kehangatan seperti ini? Dimana lagi aku bisa semauku mengunjungi tempat yang banyak orang memimpikannya?.

Sudah ‘resiko’-nya Istanbul dikunjungi banyak orang begini. Bagaimana tidak? Cantiknya Istanbul memang sebegitu mempesonanya. Bahkan sudah sedari dulu menjadi rebutan, bukan?

 

Memimpin dan Dipimpin

Setiap orang adalah pemimpin. Seorang Presiden adalah pemimpin bagi rakyatnya, seorang Direktur adalah pemimpin bagi pekerjanya, seorang Ayah adalah pemimpin bagi keluarganya, dan terlepas dari itu semua, setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri.

Nah, apa itu pemimpin?

Menurut vtaide.com, leader is a person who influences a group of people towards the achievement of a goal. Pemimpin adalah seseorang yang mempengaruhi sekelompok orang untuk mencapai sebuah tujuan. Jadi, pemimpin adalah seseorang yang bermisi sama dengan kelompoknya dalam mewujudkan sesuatu. Dan ada lebih banyak lagi defenisi pemimpin yang bisa kamu googling 😀

Bagaimana cara untuk menjadi pemimpin yang baik?

Pertanyaan itulah yang menjadi salah satu alasan dibuatnya kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan. Kegiatan ini bisa beragam bentuknya. Dan kegiatan ini sangatlah penting untuk menjadi bekal kita dalam mengikuti sebuah organisasi dalam lingkup kecil atau yang lebih besar dan serius nantinya.

Dua hari lalu, PPI Istanbul mengadakan kegiatan serupa dengan target participant-nya adalah mahasiswa Indonesia di Istanbul yang sudah tinggal minimal satu tahun dan sudah pernah mengikuti pelatihan sejenis sebelumnya. Hari itu, tidak begitu banyak yang hadir. Tapi kegiatannya tetap berjalan lancar dan banyak sekali ilmu yang kami dapat.

Ada empat narasumber yang kemarin diundang, dan ke-empat-empatnya adalah mahasiswa senior di Istanbul yang berpengalaman dalam berbagai bidang, terutama yang berkaitan dengan ‘kepemimpinan’.

Ada banyak sekali hal yang disampaikan oleh keempat pembicara kemarin. Dan semuanya semakin membuka pikiran dan memperluas wawasan kami yang hadir. Yang kemarin banyak dibahas adalah mengenai kepemimpinan dalam kelompok. Bahwa seorang pemimpin adalah seseorang yang harus mengetahui seluruh apa saja yang ada dalam list pekerjaan kelompoknya. Dan tidak hanya itu, pengetahuan seorang pemimpin haruslah meluas dan mendalam.

Bedanya pemimpin dengan orang-orang dibawahnya adalah, ketika pemimpin harus mengetahui segala sesuatunya dengan detail, orang-orang dibawah ini hanya perlu mengetahui pekerjaan dari bidang lain dalam kelompok mereka tanpa harus mendalaminya. Jadi dengan itu, pemahaman dalam kerjasama dalam kelompok akan terbangun dengan baik.

Ilmu dalam hal seperti ini tidak lama bertahan lama dalam otak kita, kalau tidak langsung kita praktekkan. Misalnya, dengan mengikuti kepanitaan atau organisasi di sekolah. Kalau kita serius dalam mengerjakan program kerja atau tugas sebagai tanggung jawab kita, pada akhirnya kita akan merasakan kalau ada kemampuan kita yang berkembang dan ilmu-ilmu ini akan dapat terus diingat.

Hal lain yang disampaikan adalah dalam sebuah kelompok, seorang pemimpin harus memiliki branding atau dalam hal ini, kata-kata yang bisa menyemangati orang dibawahnya untuk bersama mencapai tujuan dan target yang sudah ditetapkan sebelumnya. Seorang pemimpin harus lebih mampu bertahan dibanding orang dibawahnya. Karena ketika seorang pemimpin berkobar semangatnya, maka satu kelompok itu akan ikut tersulut semangatnya. Dan begitu pula sebaliknya. Sebuah kelompok akan lemah jika melihat pemimpinnya yang putus asa.

Dan ada banyak hal lain lagi seperti lobby management, pengarsipan atau dokumentasi pihak atau tokoh terlibat yang harus tetap dijaga, dan bagaimana caranya untuk tetap menggali semangat dalam keadaan tertekan atau dalam keadaaan sulit. Lagi, semua hal ini akan sangat mudah kita dapatkan dalam kegiatan serupa, tapi untuk membuatnya bermanfaat dalam hidup dan dalam pengembangan karakter kita, semuanya harus kita praktekkan dalam kehidupan nyata.

Kalau kamu bukanlah orang yang baik dalam bekerja dalam kelompok, maka kamu dapat menggunakannya dalam kepemimpinan individu, dalam memimpin diri kamu sendiri mencapai target dan impian kamu. Bahkan dalam memimpin diri sendiri pun tidak semudah kelihatannya, kan?

Tapi, menurut pribadiku sendiri, ikut serta dalam sebuah organisasi tidak hanya mengembangkan karakter kita dalam satu hal, tapi dalam banyak sekali hal, dan juga dengan organisasi, kita akan dapat mengenal dan belajar lebih lagi dari orang-orang baru.

Menjadi anggota dalam kepengurusan PPI Istanbul satu tahun yang lewat adalah hal yang benar-benar berharga dan tidak akan dilupakan untukku dan teman-teman yang lain. Kami juga diajarkan tentang nilai-nilai kehidupan yang tidak ada dalam list pelajaran di sekolah manapun. Belajar memahami sesama, membantu, menggali pikiran lebih dalam untuk ide-ide baru, belajar bertahan dalam tekanan dan keadaan sulit, belajar berani untuk bicara atau mengungkapkan pendapat di depan umum, belajar merencanakan dan mengerjakan sesuatu dengan baik dan detail, dan belajar mengenai hal-hal teknis yang pasti akan sangat berguna nantinya.

Hakikatnya, kita memanglah seorang pemimpin. Kita adalah pemimpin bagi diri sendiri, kita yang memimpin langkah kita. Dan pada lain waktu, kita pula yang akan dipimpin. Hidup memang begitu. Dipenuhi hal-hal dan cara yang membuat kita banyak belajar dan semakin menyadari betapa luasnya ilmu Allah itu.

Teruslah maju, bangkit dari jatuhmu, belajarlah lebih banyak, dan bersyukurlah. Bersyukurlah untuk setiap kesempatan yang ada 🙂

 

Dalam penantian keajaiban putih musim dingin,
Istanbul, 7 Desember 2015